Selasa, 13 Agustus 2013

WRITING CHALLENGE DAY 3 : REVIEW A MOVIE / BOOK / ANYTHING

REVIEW A MOVIE / BOOK / ANYTHING

Dibanding menulis fanfiction, menulis review bagi saya lebih mudah. Karena menulis review sudah  menjadi kebiasaan bagi saya sejak beberapa tahun belakangan Selain itu saya juga punya blog yang memang dikhususkan untuk mereview buku-buku yang telah selesai saya baca. Karena itulah saya memutuskan tidak akan menulis review tentang buku. Namun karena tantangan hari ke-3 ini temanya menulis review, maka saya akan tetap membuat suatu review, namun bukan buku. Saya akan mereview sebuah film.

Bulan Juni kemaren, boleh dibilang bulan yang boros bagi saya, terutama terkait pengeluaran bioskop. Bagaimana tidak bila semua film-film blockbuster muncul setiap minggu di bioskop. Total film yang saya tonton di bisokop pada Juni 2013 ada 7 film. Ketujuh film tersebut adalah :
  1. The Fast & The Furious 6
  2. Epic (film animasi)
  3. Now You See Me
  4. After Earth
  5. Man of Steel
  6. World War Z
  7. Monster University
Dari ke-7 film tersebut saya akan bahas 1 yang paling berkesan untuk saya, yaitu :

Banyak yang mengira kalau monster University adalah sekuel atau lanjutan dari Monster Inc. Padahal walau pun Monster University(untuk seterusnya saya akan singkat MU) keluarnya belakangan namun setting atau cerita dalam MU justru terjadi sebelum cerita dalam Monster Inc. 

Masih ingat dengan duo sahabat di Monster Inc, Mike & Sully? nah MU ini menceritakan kisah saat mereka berdua kuliah. Sejak kecil, Mike Wazowski mempunyai cita-cita untuk menjadi monster paling menyeramkan seantero negeri. Masalahnya adalah tubuh dan rupa Mike sebagai monster sama sekali tidak menyeramkan. Bahkan alih-alih seram, justru Mike terlihat lucu. Orang-orang pun tidak ada yang percaya Mike akan menjadi monster yang menyeramkan. Tapi Mike percaya kalau suatu saat ia bisa menjadi monster yang meyeramkan asal ia kuliah di universitas monster atau Monster University. Maka ketika ia dewasa, ia langsung mendaftarkan diri masuk MU dan mengambil jurusan SERAM alias Scary Major.
Namun, lagi-lagi karena bentuk dan rupa Mike yang lucu, semua orang tidak percaya kalau Mike bisa menjadi monster yang seram, termasuk dosen-dosen kampus MU. Semua orang meremehkan Mike dan lebih mempopulerkan Sully yang memang mempunyai rupa dan geraman yang menyeramkan. Namun Mike mempunyai sikap optimis dan yakin kalau ia berusaha keras ia pasti bisa menjadi monster yang menakutkan. 

Nah, kira-kira, berhasilkan Mike mewujudkan cita-citanya menjadi monster yang menakutkan? 

PERHATIAN: Bagi anda yang belum menonton Monster University, saya sarankan skip review saya karena mengandung spoiler. Selain itu review saya akan ngalor-ngidul membahas film-film lain Pixar juga. 

Pixar, Pixar, Pixar. Apa yang terjadi pada dirimu? Kemana Pixar pasca Toy Story 3?

Statement di atas bukan dari saya. Tetapi itulah pernyataan yang banyak keluar dari para movie-goers, movie blogger, kritikus film, dan termasuk fans Pixar sendiri. Sejak meluncurkan film Toy Story, Pixar sukses menjadi studio pembuat film animasi kelas wahid. Pixar bukan saja sukses secara komersil tapi Pixar juga sukses dari segi mutu (7 film animasi buatan Pixar menang Oscar). Semua film-film Pixar dari segi penilaian mendapat rating setidaknya A- (menurut wiki yah) kecuali Cars 2.

Bahkan film Brave, yang secara kritik cukup baik (filmnya menang piala Oscar), tetap tidak dianggap sebagus atau sekuat film-film Pixar macam Toy Story trilogy, The Incredible, Up, Wall-E dan hanya dianggap tak lebih dari sekedar Disney Movie's Princess. Lalu film Cars 2 semakin menguatkan dugaan kalau Pixar belum menemukan ketajaman mereka yang hilang. Karena setelah film Toy Story 3 yang super sukses, Pixar seolah menjadi tumpul.

Karena itu saat melihat trailer Monster University banyak fans yang bersemangat dan berharap film ini bisa "setajam" film-film Pixar sebelumnya, setidaknya menyamai film Monster Inc. Lalu berhasilkah Monster University membangkitkan ketajaman Pixar sebagai studio film nomor 1?

Jawabannya sih variatif, Sebagian ada yang cukup puas, sebagian lagi tidak. Banyak yang kecewa sama film MU dan menganggap Monster Inc masih jauh lebih bagus. Bagi saya sendiri MU memang masih kalah lucu kalau dibanding Monster Inc, masih kalah dalam hal adegan mengharukan khas Pixar. Umumnya kekecewaan MU ada pada :
NO BOO, WHY THERE IS NO BOO? SHE IS TOO CUTE TO NOT APPEAR IN THE SEQUEL. I WANT BOO !

Semua orang sepertinya lupa kalau setting MU adalah sebelum Monster Inc, jadi Boo tidak mungkin ada, karena kemungkinan Boo belum lahir, bahkan kalau Boo sekedar dimunculkan sebagai cameo, maka akan terkesan 'maksa'. Accept it that there is no Boo in Monster university.

No scene that enough memorable? Kalau ditanya apa scene paling memorable dari film Pixar, mungkin ada kategorinya. 

1. Kategori mengharukan yang bikin termehek-mehek. Untuk kategori mengharukan, saya rasa Married Life di UP sukses bikin para penontonnya mengusap air mata. Pixar bisa membuktikan, tidak perlu kata-kata, tidak perlu dialog keju, tidak perlu adegan hot dan yang pasti tidak perlu tempo lama untuk bisa membuat adegan manis dan romantis yang akan selalu dikenang orang. Ngga percaya? Lihat saja video klip berdurasi 7 menitan dibawah ini. 



2. Memorable ending, Toy Story 3 punya ending yang sederhana tapi begitu real, tentang moving on and let it go, mohon jangan menonton video klipnya kalau belum menonton Toy Story 3, karena ini adegan ending. 


Selain Toy Story 3, saya juga suka ending di Monster Inc. 


Pembahasan jadi melipir kemana-mana. Balik ke Monster University. Kalau di Monster Inc, karakter yang menonjol adalah Sully & Boo, maka di MU, karakter yang menonjol adalah Mike Wazowski, monster imut bermata satu.



Di MU itu Mike adalah karakter yang diremehkan dan selalu dibully hanya karena bentuk dan rupanya ngga menyeramkan sebagai monster. Tapi yang bikin saya kagum sama monster tersebut adalah dia optimis dan ngga mudah menyerah. Seburuk apa pun Mike diremehkan, dia tetap pantang menyerah dan malah membantu teman-temannya untuk berkembang. Mike akan mencari jalan untuk berhasil walau dihina. Mike ngga akan duduk bersedih dan mengasihani diri, sebaliknya dia menjadikan semua hinaan itu sebagai tantangan untuk membuktikan bahwa mereka yang menghinanya salah.  

Walau akhirnya Mike tetap gagal menjadi monster yang menyeramkan. Namun ia tidak berkecil hati, karena Mike justru menemukan jalan lain dan bakatnya tersendiri, yaitu motivator atau manager. Nah dari sini kita bisa belajar sama Mike untuk ngga pernah menyerah. Mungkin banyak teman-teman yang mau jadi penulis tapi merasa ngga bakat. Maka berlatihlah terus. Atau siapa tahu bakatnya bukan menulis tapi menilai tulisan orang dan bisa jadi editor :D

Monster University mungkin masih belum berhasil mengembalikan ketajaman Pixar. Tapi sebagai film, MU sukses menyampaikan pesan moral yang baik kepada penontonnya sebagaimana film-film Pixar terdahulu.
My rate for the movie 7/10.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar