Minggu, 25 Maret 2018

Berbicara Mengenai OTP part 2


Bila sebelumnya gue membahas Trunks dan Mai dalam Berbicara Mengenai OTP. Kali ini gue mau membahas 1 OTP dari komik dan 1 OTP dari game. BTW, kalau penasaran OTP itu apa, jawabannya, One True Pairing. 

OTP pertama adalah Eshilde Barder & Leo Baida (terjemahan bahasa Inggrisnya Eshild & Ryan) dari komik Princess. Eshilde & Leo ini bukan karakter utama dari komik Princess, tapi ada kalanya karakter pendukung lebih keren daripada karakter utama. Eshilde ini cewek yang karakternya berapi-api (fiercely), sangat keras kepala, tidak bisa diatur baik oleh ayahnya sendiri maupun kekasihnya Leo. Sebagaimana wanita bangsawan, Eshilde ini angkuh dan mempunyai harga diri yang tinggi. Namun tidak seperti kebanyakan wanita bangsawan yang berusaha tampil anggun dan feminin, Eshilde ini tomboy. Dia suka bermain perang-perangan dan berinisiatif belajar berpedang, yang rata-rata bukan untuk perempuan. Dia juga cerdas, karena suka membaca buku dan haus akan ilmu pengetahuan. 

Selasa, 29 Agustus 2017

My First Solo Trip

Sudah sejak lama sekali gue ingin menjajal solo traveling. Benarnya sudah sangat telat di umur gue yang udah 1/3 abad baru melakukan solo trip (karena idealnya menurut gue, memulai solo trip itu di umur twenty something). Tapi gpp lah, better late than never. Salah satu alasan gue telat melakukan solo trip karena keluarga gue nggak pernah memberi izin untuk melakukan solo trip ke gue dengan alasan "GUE CEWEK". Alasan yang sangat diskriminatif dan selalu membuat gue geleng-geleng kepala. Jadi gue terpaksa berbohong (walau gue sangat tidak nyaman dengan berbohong), tapi ada kalanya kita harus sedikit nekad kalau keinginan kita ingin tercapai. Jadi gue terpaksa berbohong dengan bilang gue pergi sama teman gue si Y (yah terpaksa gue bawa-bawa nama dia demi izin solo trip gue). 

Jadi ceritanya, sudah sejak setahun lalu gue memasukkan solo trip dalam wish list gue. Selain karena penasaran, gue selalu merasa nggak pernah puas kalau jalan-jalan bareng keluarga. Banyak tempat yang gue mau pergi tapi nggak bisa karena beberapa kendala kalau pergi sama keluarga. Jadi kebebasan adalah salah satu alasan utama gue untuk melakukan solo trip. Gue bisa bebas pergi kemana saja dan berlama-lama di suatu tempat tanpa ada yang mengeluh karena merasa bosan atau minta cepat-cepat (ini gue ngomongin nyokap sih).

Kamis, 01 Juni 2017

Tolong berhenti turut campur akan hidup anak-anakmu

Gue nulis postingan ini karena gue lagi kesel. Bukan hal bijaksana sebenarnya menulis blog saat lagi emosional. Tapi gue juga khawatir kalau gue udah lebih tenang, yang ada gue malah malas nulisnya.

Jadi gini, seperti yang kebanyakan anak-anak dari para generasi  baby boomers alami mengenai status single/nikah yang suka jadi momok. Tau sendirilah para ortu baby boomers sebagian besar cita-citanya cuma mau melihat anak-anaknya nikah atau menikahkan anak. 

Padahal nikah itu bukan perkara gampang seperti membalik telapak tangan. Apalagi jaman makin maju, tuntutan juga makin tinggi. Dan sekarang beberapa orang sudah sadar kalau menikah itu bukan lagi satu-satunya tujuan hidup. Tapi karena kita bicara soal baby boomers apalagi nyokap gue yang emang menolak berpikiran progresif, maka gue mau curhat.

Selasa, 14 Maret 2017

Picky & Galau

Judul  "Picky & Galau" yang ada dalam postingan blog gue kali ini terinspirasi dari twits salah satu seorang pengguna twitter yang gue follow.

Jadi ada dalam salah satu rangkaian twitsnya yang menceritakan kisah cewek-cewek berumur antara 30-40 tahun yang galau dan picky soal jodoh. Bahasa ejekannya adalah cewek-cewek perawan tua. Mereka ini galau karena belum dapat jodoh juga meski usia mereka sudah sangat "matang" yang diakibatkan terlalu picky/pemilih dalam memilih jodohnya. 

Kebanyakan cewek-cewek itu maunya dapat jodoh cowok yang ganteng, tajir, baik, setia. Sementara, tau sendiri umur mereka ini boleh dibilang sudah termasuk kategori umur yang kalau untuk cewek itu tergolong mendekati (maaf) menopouse. Dan apa ada (normalnya, karena kita hidup dalam budaya patriarki) cowok kaya, ganteng, baik hati yang mau sama cewek-cewek yang masuk kategori perawan tua?

Senin, 09 Januari 2017

Berbicara mengenai OTP (One True Pairing) fiksi

If there is one genre of novel that I do not like, I would answer romance. But my answer is not entirely true. because in fact I enjoy the love story. Part of me always felt I was a hopeless romantic . The truth is like this, because I really liked love story or the called romance, the story must suit with my taste. So in this case, I actually talk about preferences. And I happened to read romance novel that not suit with my taste and end up I'm not enjoying it and I become dislike romance in general. 

Someone taste & preference always change & it's normal because humans are dynamic. My tastes in terms of romance has changed. In the past, the early twenties, I like lilting romance like Harlequin novels. The story of romance that many scenes focus on the physical attraction and sexual tension. There are also times I love romance story full of angst ( but now, I prefer story where the angst level have been reduced), and do not forget the passionate romance and sweet romance. All those elements are the reasons why many people love romance so much because it plays the emotional side of human being.

Selasa, 09 Agustus 2016

Kita

Kau dan aku duduk berdua di kala hujan
Menatap rintik-rintik hujan menghampiri lembut jendela
Aku diam, kau pun diam
Terbuai dalam alunan nada-nada hujan
Kau genggam tanganku
Kusandarkan kepalaku di bahumu
Karena saat ini bukan diriku dan bukan dirimu
Saat ini hanya ada kita
Kita terdiam dalam sunyi senyap hujan
Kurasakan genggaman tanganmu yang semakin mencengkram erat
Wajahmu sendu & lelah
Aku merasakan bebanmu
Kau tetap diam bergeming
Aku memelukmu
Taruhlah sebagian bebanmu bersamaku
Karena ini bukan diriku dan dirimu
Karena ini adalah kita
Kau sedih
Aku menangis
Aku terluka
Kau merasa sakit
Aku tertawa
Kau bahagia
Karena ini adalah tentang kita

Kuharap waktu terhenti

Kuharap waktu terhenti
Tidak ada kepedihan kemarin
Tidak ada kecemasan akan esok
Hanya ada saat ini

Kuharap waktu terhenti
Tidak ada belenggu masa lalu
Tidak ada kekhawatiran masa depan
Hanya menikmati hari ini

Kuharap waktu terhenti
Tak ada bayang-bayang masa lalu menghantui
Tak ada tekanan-tekanan masa depan menghadang
Hanya melalui sekarang