Minggu, 25 Maret 2018

Berbicara Mengenai OTP part 2


Bila sebelumnya gue membahas Trunks dan Mai dalam Berbicara Mengenai OTP. Kali ini gue mau membahas 1 OTP dari komik dan 1 OTP dari game. BTW, kalau penasaran OTP itu apa, jawabannya, One True Pairing. 

OTP pertama adalah Eshilde Barder & Leo Baida (terjemahan bahasa Inggrisnya Eshild & Ryan) dari komik Princess. Eshilde & Leo ini bukan karakter utama dari komik Princess, tapi ada kalanya karakter pendukung lebih keren daripada karakter utama. Eshilde ini cewek yang karakternya berapi-api (fiercely), sangat keras kepala, tidak bisa diatur baik oleh ayahnya sendiri maupun kekasihnya Leo. Sebagaimana wanita bangsawan, Eshilde ini angkuh dan mempunyai harga diri yang tinggi. Namun tidak seperti kebanyakan wanita bangsawan yang berusaha tampil anggun dan feminin, Eshilde ini tomboy. Dia suka bermain perang-perangan dan berinisiatif belajar berpedang, yang rata-rata bukan untuk perempuan. Dia juga cerdas, karena suka membaca buku dan haus akan ilmu pengetahuan. 



Kalau soal pasangannya, Leo, gue nggak akan berbicara banyak, karena Leo ini katakternya ini tipikal gentleman sejati secara dia seorang ksatria dan pengawal Raja. Tipikal kaku, serius dan seringnya galak, terutama kalau menghadapi Eshilde yang suka bertingkah. Karena prinsipnya dia ngga suka cewek yang drama. 

Hubungan mereka berdua ini masuk star-crossed lovers, karena kedua keluarga mereka saling bertikai. Ayah Eshilde adalah tokoh antagonis di buku yang tamak akan kekuasaan. Rela menjual negara demi mengambil tahta dari Raja yang sesungguhnya dan banyak melakukan pembunuhan termasuk kepada keluarga Leo. Tapi apa Leo jadi benci Eshilde akan hal ini? Jawabnya tidak sama sekali, Leo membenci ayah Eshilde itu pasti karena dia adalah pengkhianat negara tapi dia sangat mencintai anaknya dan setia padanya. Kalau buat gue, biasa saja sih sama karakter cowok alpha macam Leo, karena gue gak suka sifat serius dan kakunya yang seperti batu karang. Kalau untuk dijadikan teman, Chelsie atau bangsawan Chellas Inka yang diam-diam suka Eshie lebih menyenangkan, cuma Chelsie ini orangnya gatel dan suka flirting sana-sini. 

Karena kedua keluarga saling bertikai, sulit untuk mereka bisa bersama apalagi bersatu. jadi hubungan mereka dilakukan secara diam-diam. Jadi bayangin kalau mau ketemu karena kangen saja harus pergi sejauh mungkin dari keramaian di mana tidak ada orang yang melihat. Karena susahnya buat saling mengekspresikan perasaan di antara mereka secara bebas, gue selalu antusias melihat adegan tiap kali keduanya bertemu, meski sekedar berpelukan dan berciuman. #ehem

Gue suka relationshipnya mereka karena mungkin Eshilde bukan tipikal cewek lemah pasif ala tuan putri yang perlu dilindungi. Awalnya Eshie - Leo ini juga temenan dulu, nggak saling puppy love atau jatuh cinta pas anak-anak macam karakter utamanya yang justru gue bilang klise dan boring. Meski begitu, seiring mereka dewasa, Eshilde duluan yang berusaha menunjukkan perasaannya ke Leo tanpa perlu terlihat agresif atau genit. Leo-nya malah cuek aja dan menutup rapat perasaannya karena Leo ini duty oriented. Bagi Leo, keamanan dan kenyamanan Raja adalah yang utama dan urusan perasaan atau cinta nomor sekian. Selain itu Leo juga berpikir untuk melupakan Eshie dan membiarkan perasaanya menguap mengingat posisinya dan juga keadaan keluarga Eshi sangat tidak memungkinkan bagi Leo untuk bisa bersama Eshilde.

Namun ketika ada peristiwa di mana Raja Anatoria, negeri tetangga Ramira meminta Eshilde sebagai selir, di sini Leo sadar kalau dia belum bisa merelakan Eshi untuk pergi dan tidak lagi melihat Eshi selamanya. Di sinilah dia menyatakan perasaannya sama Eshi, kalau dia sayang sama Eshi, hanya saja karena masalah politik di negara dan keluarga mereka, Leo tidak ingin membebani Eshi untuk mecintainya, karena itu akan berat untuknya bila harus memilih nanti (kok gue jadi membayangkan dialog Dilan ya?)

Tapi Eshi ini keras kepala, mana mau dia diatur untuk begini dan begitu. Eshilde ini karakter cewek tangguh dan mandiri. Karena dia memang terbiasa selalu sendirian sejak kecil meski ia putri bangsawan dari keluarga bangsawan terkuat di negaranya, namun saat waktu bebas, ia lebih suka menyelinap keluar memakai pakaian laki-laki dan melakukan hal-hal yang kebanyakan perempuan bangsawan tidak lakukan, seperti berkuda dan berlatih pedang.

Nah, intinya yang gue suka dari hubungan Leo dan Eshi ini adalah mereka itu saling melindungi satu sama lain dan tidak jadi beban bagi satu sama lain, secara Eshi ini mandiri. Malah saat perang dan Leo terluka parah, Eshi membantu Leo dengan ikut mengambil bagian dan melindungi Leo dari serangan-serangan musuh. Kalimat Eshi yang , "Don't worry Leo, I will take the hit for you." itu keren menurut saya. Mungkin andai saja, Eshi nggak ada, Leo tidak akan selamat.


Harapan saya untuk pasangan yang komiknya hiatus ini semoga bisa bersatu kembali dalam keadaan hidup. Tapi kalau seperti itu, berarti harus menunggu lama, karena pasti Leo nggak bakal mau menikah kalau negaranya belum damai dan masih bertikai begitu pula Eshi. Karena keduanya sama-sama tipe orang berintegritas yang mengutamakan kepentingan negara daripada perasaan pribadi mereka (mungkin seperti Dr Moh Hatta, yang ngga bakal nikah kalau Indonesia belum merdeka).

Kalau pun mau bersatu juga sulit mengingat posisi Eshilde sebagai putri pengkhianat negara. Mungkin pilihannya menggunakan nama lain dan membuat identitas baru dan Leo pun harus pensiun sebagai ksatria yang mengabdi pada negara setelah negara damai, baru deh mereka bisa hidup tenang berdua. Itu kalau pengarangnya berbaik hati untuk memberikan happy ending kepada mereka mengingat cerita dalam Princess punya kecenderungan untuk membunuh karakter-karakter favorit pembaca.

Kalau pun harus sad ending, akhiri dengan adegan yang bagus, misalnya Eshi meninggal dalam pelukan Leo dan tidak berapa lama Leo juga tewas dalam pertempuran, jadi sekiranya mereka bersama di alam baka. Hmm, I don't like this kind of ending.

Eniwei, gue bahkan nggak yakin kalau ceritanya akan dilanjut, tapi semoga saja dilanjut #crossfinger

Leon Kennedy and Ada Wong




Untuk OTP kedua, juga OTP gue yang paling lama dan OTP pertama gue adalah Ada Wong dan Leon Kennedy dari game Resident Evil II. Sebenarnya relasi mereka awalnya adalah sama-sama survivor dari wabah zombie yang menyerang kota Raccoon (Raccoon city) dan keduanya mencoba mencari jalan keluar untuk bisa keluar hidup-hidup dari Raccoon city. Leon waktu itu cuma seorang polisi pemula yang baru lulus dari akademi polisi. Seandainya saja dia tidak terlambat tiba di Raccoon city, kemungkinan dia juga tidak akan selamat dari wabah zombie.

Leon tiba dalam kondisi kota Raccoon yang sudah kacau balau, sehingga mau tidak mau ia harus berjuang untuk bisa selamat dari para warga kota yang telah berubah menjadi zombie. Di tengah upayanya mencari jalan keluar dari Raccoon city sambil berusaha mencari pengungsi atau warga yang masih selamat, Leon ketemu Ada Wong, yang saat itu lagi mencari keberadaan pacarnya yang hilang karena insiden wabah zombie di kota Raccoon. Di sini, Leon menyarankan agar mereka berdua bekerjasama untuk mencari cara keluar dari Raccoon city. Ada Wong bukan tipe cewek yang gampang diajak kerjasama, karena memang Ada ini punya agenda tersendiri.

Meski masih nubie, tapi Leon ini orangnya duty oriented  dan punya rasa keadilan yang tinggi. Ada yang suka pergi seenaknya dan bikin Leon jadi senewen karena Leon jadi susah melindungi Ada kalau Adanya sendiri sulit diajak kerjasama. Hingga akhirnya Leon tertembak saat berusaha melindungi Ada dari peluru. Di sinilah titik balik Ada dari yang tadinya meremehkan keberadaan Leon menjadi peduli padanya, sebab Leon rela terluka demi melindungi dirinya. Ikatan di antara mereka pun terbentuk, sayangnya Ada ternyata seorang mata-mata suruhan Wesker (villain) yang mempunyai agenda tersembunyi untuk mencuri sampel G-Virus. Ia sengaja memanfaatkan kebaikan hari Leon. Meski syok dan sempat tidak percaya, namun Leon tetap berusaha melindungi Ada. Untuk Ada sendiri yang sebelumnya hanya berniat memanfaatkan Leon namun malah berakhir melindungi Leon saat melawan zombie yang bermutasi dengan mengorbankan dirinya. Di sini Leon mengira Ada meninggal, walau yang sesungguhnya Ada selamat, hanya saja bersembunyi di balik bayangan.

Oke, gue stop bahas cerita RE, karena ini semua bakal lebih jelas kalau digugel. Intinya Ada Wong ini karaker yang sangat abu-abu dan lebih ke anti-hero. Bukan jenis karakter yang disukai banyak orang (cenderung banyak haters) karena dianggap karakter yang berada di sisi penjahat (meski belum pernah benar-benar terbukti). Meski sering memanfaatkan pria (Leon) untuk mencapai tujuannya, namun Ada Wong ini juga sering banyak membantu dan menyelamatkan Leon saat terdesak. Bahkan ada argumen, misi Leon bakal gagal seandainya ngga ditolong sama Ada Wong (gue lagi berbicara RE 4 dan RE 6).

Ada Wong dan Leon ini ibaratnya seperti mungkin kisah mata-mata yang jatuh cinta pada musuh atau lawan atau rivalnya. Nah interaksi mereka ini menurut gue menarik antara saling curiga satu sama lain tapi juga saling tolong menolong saat butuh. Untuk cerita sendiri, sebenarnya nggak pernah jelas bagaimana kisah mereka berlanjut, secara Resident Evil adalah sebuah game survival horror, tentu cinta bukan hal utama. Jadi gimana masa depan mereka, silakan bayangkan dalam imajinasi saja.


Intinya dari OTP gue adalah (termasuk Trunks dan Mai) yang pernah gue bahas di sini, adalah:
1. Pasangan ceweknya tipe yang mandiri dalam artian bisa mengurus diri mereka sendiri. Bukan tipe damsel in distress yang selalu bergantung sama cowonya.  Eshilde, Ada Wong dan Mai memenuhi kriteria ini.
2. Ada 1 kutipan feminis yang gue suka yaitu, "A men needs a Woman when his life is a mess, because just like in a game of chess the queen protects the King." Mai menolong Trunks dalam keadaan sekarat dan membantunya melarikan diri balik ke masa lalu meski hal itu sangat berbahaya untuk dirinya. Ada Wong entah berapa kali menyelamatkan Leon ketika dalam keadaan terdesak, rasanya tanpa Ada, misi Leon berakhir gagal. Eshilde menyelamatkan Leo yang sekarat dari serbuan musuh di tengah perang besar dengan resiko ia sendiri bisa terbunuh. Jadi bukan cowok aja yang melindungi cewek, tapi cewek pun bisa melindungi cowok.

Begitulah hubungan suatu pasangan seharusnya. Saling melengkapi, saling mendukung, saling membantu. Misal, cewek memasak, cowo bisa banget bantu cuci piring dan perabot lainnya. Istri urus rumah dan memasak, suami bisa bantu mengasuh anak. Suami dapat masalah di kantor dan berhenti bekerja, istri bisa mengcover dalam urusan cari nafkah sampai suami mendapat pekerjaan baru. Bila dilakukan dengan benar, saling mendukung, saling pengertian, segala sesuatu dilakukan dengan ketulusan, pernikahan itu sesuatu yang sangat indah. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar