Sabtu, 11 April 2015

IMAGINARIUM WEDDING CONCEPT

Postingan ini sengaja aku buat dalam rangka menjawab salah satu GA yang pertanyaannya berhubungan sama konsep pernikahan impian. 



Kebetulan juga sudah lama, aku tidak meng-update blog yang satu ini, jadi mungkin ini saat yang tepat juga untuk meng-updatenya. Sejujurnya, aku sempat tidak niat ikutan karena banyak jawaban peserta lain yang sudah bagus, selain itu konsep pernikahanku juga sebenarnya simpel dan praktis saja sih, cuma siang ini tiba-tiba saja, aku dapat wangsit karena pembicaraan di grup bajai jabodetabek. 

Segmen kubagi 2, yaitu konsep pernikahan harapan dan konsep pernikahan impian? Lho mengapa harus dibagi 2? Apa beda harapan dan impian?

Kalau harapan itu menurutku pribadi, suatu hal yang lebih nyata dan realistis. Sedangkan kalau impian itu berarti suatu angan yang tinggi dan juga terkadang saking tingginya tidak mungkin bisa jadi kenyataan alias hanya bisa kuimpikan atau kubayangkan saja #DreamOn mode. 

Konsep Pernikahan Harapan

Seperti yang telah kutulis di atas, aku ini orang yang tidak suka urusan yang ribet, lama dan melelahkan. Kalau seandainya diijinkan sama keluarga, aku ingin nikah tamasya saja. Tapi karena sepertinya nikah tamasya kemungkinan besarnya tidak diizinkan, aku ingin tetap pernikahanku nanti dalam suasana yang santai dan tidak kaku, aku juga ingin sehabis pemberkatan nikah langsung resepsi, karena biasanya kan kalau pernikahan itu, paginya pemberkatan terus malamnya baru resepsi dan jeda waktu biasa dipakai untuk foto-foto, re-touch make-up pengantin dan mungkin istirahat sebentar. Nah aku tidak mau lama menunggu seperti itu karena kasihan juga yang bantu-bantu kita jadi ikut lama menunggu kita mengurusi tetek bengek pernikahan.

Aku suka alam terbuka seperti taman atau pantai. Seandainya bisa dan ada budget, aku ingin menikah di pantai atau tepi laut dan proses pemberkatan nikahnya tepat pas sunset supaya romantis. 


Terus, aku ingin private party atau cuma mengundang teman dekat dan keluarga. Karena pada dasarnya teman-temanku juga tidak banyak, kalau banyak biasanya teman ortu dan aku tidak kenal. Selama pesta nikahan aku dan suami akan berkeliling untuk bersalaman dengan para tamu dan foto-foto, karena itu aku juga mau gaun pengantin yang tidak ribet, kalau bisa model tea length biar lebih terkesan casual dan tidak formal, dan tidak perlu ada brides maid. Heheheh


Nah, seperti di atas deh model-model gaun tea length-nya. Memang sih kesannya lebih seperti gaun brides maid daripada gaun pengantin tapi aku dan suami kan berencana selesai resepsi mau sekalian mencelupkan kaki di laut, jadi mending gaunnya yang selutut saja. Kalau untuk rambut, karena angin laut itu suka kencang, mungkin aku akan menyanggul sederhana saja rambutku dengan hiasan bunga-bunga.

Kalau untuk suami, aku ingin dia mengenakan jas ala bangsawan Inggris, yang model jas belakangnya panjang itu lho, kayak di bawah :



Oya, karena tamu yang diundang tidak banyak, maka penyajian makanannya itu makan meja. Hidangannya sih antara western food, chinese food, dan makanan Indonesia.

Sepanjang resepsi nanti ada acara lomba couple dance yang berhadiah tentunya.

Untuk suvenirnya, aku ingin memberi sesuatu yang bisa dipakai dan berguna, seperti 1 set pasangan sendok dan garpu dari stainless.

Nah itu konsep pesta pernikahan yang kuharapkan.

Konsep Pernikahan Impian

Untuk konsep pernikahan impian ini rada ribet, nggak biasa dan mungkin rada nyeleneh, makanya sepertinya hanya bisa aku khayalkan saja.

Karena aku suka dengan cerita fantasi, konsep pernikahan impianku itu mengambil tema mitologi Yunani Hades dan Persephone. Persephone itu melambangkan dewi musim semi, sementara Hades itu penguasa kerajaan bawah atau dunia orang mati. Jadi nanti pernikahannya ada sandiwara yang dimainkan oleh kedua mempelai, sedangkan tamu akan menjadi penonton.


Pernikahannya dilakukan di hutan pada sore hari menjelang matahari terbenam karena Persephone berhubungan dengan alam. Mungkin contohnya seperti gambar di bawah ini:



Jadi bangkunya sengaja model teater atau stadion yang berbentuk undakan agar penonton bisa melihat, karena awal kemunculan mempelai wanita itu seperti main sandiwara. Mempelai wanita akan berperan sebagai Persephone yang sedang bermain di hutan dengan hamparan bunga-bunga. Model baju pengantinnya ala dewi Yunani dan rambutnya harus tergerai dan dihias mahkota bunga.


Bajunya tidak harus putih, bisa warna krem seperti pada gambar atas, bisa juga warna  hijau atau floral seperti gambar di bawah:



Nah sewaktu Persephone alias mempelai wanita bermain di hutan tiba-tiba datanglah mempelai pria sebagai Hades. Setelan jas mempelai pria ini ala gothic supaya kesan dark hades juga dapat. Contohnya seperti di bawah ini:


Lalu si mempelai pria mencium tangan di mempelai wanita dan mengajaknya untuk menikah.Terus baru deh pemberkatan nikah.

Dekorasi resepsinya seperti ini






Nah selesai mengucapkan janji sehidup semati. Para penonton akan dihibur dengan dengan beberapa tarian dari anak-anak kecil yang berperan sebagai peri (iya ceritanya sandiwara masih berlangsung).


Atau MC akan berperan menjadi Dewi Demeter yang mencari anaknya, Persephone yang dibawa oleh Hades ke kamar ganti. Sementara perhatian penonton teralih pada sandiwara dari MC dan tarian para peri. Mempelai wanita akan berganti kostum dengan gaun pengantin merah. Pertanda dia telah menjadi ratu Underworld (sengaja pilih merah, karena hitam jadi terlalu suram). Ya gaun pengantin merahnya dibuat megah dan glamour  plus sarung tangan hitam seperti di bawah:



Ribet amat ya, ganti gaun pengantin di tengah pernikahan, yah namanya juga impian. Heheheh. Dan gaun merah itu harus dikenakan saat suasananya sudah malam hari.

Untuk acara pestanya sendiri, sang mempelai pria akan bernyanyi untuk menghibur mempelai wanita. Kemudian mereka berdua akan berdansa dan penonton juga di ajak ikut berdansa.

Hidangannya standar hidangan pernikahan dan yang pasti ada hidangan yang mengandung buah delimanya sebagai pencuci mulut. Karena buah delima itu menandakan, Persephone akan selalu kembali kepada Hades, yang aku artikan positif bahwa meski dalam rumah tangga nanti ada riak-riak kecil dan pertengkaran tapi istri dan suami akan selalu kembali akur atau tetap setia satu sama lain.

Yah itulah konsep pernikahan impianku yang ala mitologi Yunani dari kisah Hades dan Persephone, terlepas cara Hades yang sebenarnya tidak baik karena menculik Persephone, tapi pernikahan mereka termasuk yang adem ayem, tidak seperti Zeus. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar