Rabu, 20 Februari 2013

Dear Hubby



        Aku ingat saat kau membangunkan diriku dengan kecupan dan bisikan lembut selamat pagi di telingaku. Aroma kopi yang kau bawa bersamamu bagaikan parfum penyemangat pagi hari untukku, aku tau kau tidak suka kopi tapi kau tau bahwa aku tergila-gila dengan kopi,  dan sejak pernikahan kita tidak pernah sekalipun kau lupa untuk membuatkanku kopi.
          Kau selalu mengetahui bagaimana sikapku saat sedang jengkel, kesal dan marah, aku bisa menjadi orang yang sangat tidak menyenangkan, namun kau tidak pernah menjauhiku dan selalu sabar menghadapi diriku dan kau tidak pernah lupa untuk mengingatkanku saat iblis dalam diriku mulai mengambil alih sifatku.
         Saat aku sedih, meskipun aku tidak ingin kau tau karena aku benci menangis dihadapanmu, tapi entah bagaimana kau selalu mengetahuinya. Kau memelukku dengan erat, kita terdiam dalam kesunyian, namun pelukanmu selalu memberiku rasa damai dan hangat dan kau berbisik lembut padaku bahwa segalanya akan baik-baik saja.  
      Kita berdua tau, bahwa aku sangat canggung saat berada di keramaian tapi kau selalu bisa membuatku lupa akan rasa canggungku dengan humor-humormu dan dengan sifatmu yang selalu ceria kau juga membuat orang lain di sekeliling kita menjadi tertawa.
         Saat orang-orang mulai mengatakan tubuhku gemuk dan harus diet, aku menjadi enggan makan, namun kau selalu mengatakan bahwa saat favorit kita berdua adalah kau dan aku makan bersama sambil berbagi cerita mengenai hari-hari kita dan kau selalu mengatakan bahwa kau menyukai lekuk ditubuhku yang berisi.
      Di saat aku lelah, kau selalu tau bahwa pijatan lembut selalu bisa membuatku tertidur di lenganmu dan kau menggendongku saat ku terlelap dan kau selalu memberikanku saran-saran yang tidak pernah terpikir olehku.
      Aku menyukai saat-saat kita membuat scrapbook bersama-sama, kau selalu jeli untuk melihat setiap foto terbaik diriku saat aku bahkan menganggap itu hanya foto tidak penting tapi kau selalu berkata setiap foto ada cerita dan bagaimana kau selalu bisa untuk mengingat ha-hal paling remeh sekalipun, seperti saat kau mengirimku SMS hanya untuk mengingatkanku untuk tidak terlambat makan siang. 
       Peeta, suamiku, terimakasih telah menjadi sahabat, partner dan guruku. Selamat  ulang tahun, kau dan aku akan selalu saling memiliki dan menjaga.  Aku memang bukan istri yang sempurna, namun kau selalu mengisi ketidaksempurnaanku dengan kehadiranmu. 

Pengakuan penulis :
Pertama sebenarnya saya ragu mau ikut event ini karena saya akui, saya bukan tipe romantis dan genre bacaan favorit saya pun bukan yang romantis dan saya merasa canggung menulis serangkaian kalimat lebay untuk seorang tokoh fiktif (dan saya merasa tulisan saya lucu). Kedua saya bingung, tokoh fiktif mana yang bisa bikin saya jatuh cinta, memang ada beberapa pilihan, pertama-tama saya lihat dulu para hero super duper hot dan sexy di historical romance tapi saya tidak bisa membayangkan saya menjadi pendamping mereka karena terkadang mereka terlalu sempurna dan tampak lebih seperti idola daripada seseorang yang bisa saya bayangkan akan menjadi pria yang akan menemani saya hingga menjadi kakek-nenek. Akhirnya saya pass dan beralih ke tokoh-tokoh YA. Hingga akhirnya saya teringat The Hunger Games, dan saya suka dengan tokoh Peeta Mellark. Secara karakter Peeta oke, dia tidak kelewat keren bagaimana, tidak kelewat macho dan hot bagaimana, ada kalanya dia tampak tak berdaya dan segala jenis kelamahan lain tapi saya justru suka karena itu membuatnya terlihat manusiawi dan saya sendiri ibarat Katniss yang rapuh.

BTW, event tulisan romantis ini sebagai bagian dari event yang diadakan oleh Ren's Little Corner yang bertajuk Surat Cinta Untukmu .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar