Tampilkan postingan dengan label pengakuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengakuan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Juni 2017

Tolong berhenti turut campur akan hidup anak-anakmu

Gue nulis postingan ini karena gue lagi kesel. Bukan hal bijaksana sebenarnya menulis blog saat lagi emosional. Tapi gue juga khawatir kalau gue udah lebih tenang, yang ada gue malah malas nulisnya.

Jadi gini, seperti yang kebanyakan anak-anak dari para generasi  baby boomers alami mengenai status single/nikah yang suka jadi momok. Tau sendirilah para ortu baby boomers sebagian besar cita-citanya cuma mau melihat anak-anaknya nikah atau menikahkan anak. 

Padahal nikah itu bukan perkara gampang seperti membalik telapak tangan. Apalagi jaman makin maju, tuntutan juga makin tinggi. Dan sekarang beberapa orang sudah sadar kalau menikah itu bukan lagi satu-satunya tujuan hidup. Tapi karena kita bicara soal baby boomers apalagi nyokap gue yang emang menolak berpikiran progresif, maka gue mau curhat.

Minggu, 24 Juli 2016

Karakter-karakter fiktif favorit (male)

Sudah sebulan ini gue kena reading slumps, lebih tepatnya sih bukan malas baca, tapi mood gw lebih ke anime yang sedang gue tonton sekarang.

Begini, dengan jujur gue akui, gue ini author-wannabe. Tapi yah, berhubung sampai sekarang gue belum nulis apa-apa, makanya gue tambahin wannabe. I know it sucks to the max and I ashamed even to call myself as author or writer wannabe since there is nothing I try to write.

Eniwei, untuk posting iseng kali ini mau bahas karakter-karakter fiktif favorit dari buku, video games, anime, komik, dll (kalau ada yang di luar gue sebutin).

Urutan di bawah adalah random.

Sabtu, 11 April 2015

IMAGINARIUM WEDDING CONCEPT

Postingan ini sengaja aku buat dalam rangka menjawab salah satu GA yang pertanyaannya berhubungan sama konsep pernikahan impian. 



Kebetulan juga sudah lama, aku tidak meng-update blog yang satu ini, jadi mungkin ini saat yang tepat juga untuk meng-updatenya. Sejujurnya, aku sempat tidak niat ikutan karena banyak jawaban peserta lain yang sudah bagus, selain itu konsep pernikahanku juga sebenarnya simpel dan praktis saja sih, cuma siang ini tiba-tiba saja, aku dapat wangsit karena pembicaraan di grup bajai jabodetabek. 

Minggu, 29 Desember 2013

Saat Pekerjaan Hanya Sekedar Untuk Uang

Sudah sebulan, saya bekerja di tempat baru. Dan selama sebulan itulah saya tidak merasakan kerasan sama sekali. Baik dari segi pekerjaan maupun dari segi lingkungan. Saya tidak suka keduanya. Hanya satu yang bikin saya bertahan, yaitu duit. Tapi uang pun tidak bisa membeli diri saya seutuhnya. Saya benci pekerjaan saya, tapi mencoba bertahan karena belum dapat pekerjaan baru. 

Lingkungan dan suasana tempat baru pun tidak menunjang. Sudah satu bulan, tapi saya tidak menemukan seorang co-worker yang menurut saya bisa berpotensi menjadi teman saya. Mereka rata-rata orang lama di sana, jadi bagi mereka, saya hanya orang baru yang sombong dan tidak mau membaur. Saya tidak salahkan pandangan mereka, karena saya memang bersikap seperti itu. Mereka tipe penggosip, sementara saya tidak. Mereka nyablak, saya cenderung pendiam. Saya adalah tipe yang  bila saya tidak nyaman dengan lingkungan atau seseorang, maka saya tidak akan SKSD (Sok Kenal Sok Dekat)

Dan saya lelah terus diceramahi, kalau saya harus berubah. Saya harus berbaur dan membuka diri. Tapi saya bingung, bagaimana caranya membuka diri, sementara saya tidak nyambung dengan apa yang mereka bicarakan. Saya tidak tertarik dengan apa yang mereka bicarakan. Saya curiga, kalau saya punya sindrom Asperger, karena sifat saya yang suka menyendiri. 

Suasana bekerja yang terlalu serius dan kaku, sifat pekerjaan yang selalu diburu-buru seolah semakin menambah daftar panjang bahwa saya tidak cocok bekerja di sana. Tapi mau berhenti pun, tidak bisa karena keluarga saya bukanlah yang berkelimpahan, keluarga saya hanya berkecukupan. 

Saya sudah tidak peduli lagi apa kata orang tentang saya, bahkan ada kalanya saat saya sedang depresi akut, saya tidak peduli akan kehidupan dan sempat melintas dalam benak saya, bahwa akan lebih mudah bagi keluarga saya bila saya tidak ada. Tidak ada beban yang harus mereka khawatirkan akan masa depan saya. Tidak perlu khawatir siapa yang menjaga saya kelak bila orang tua sudah tidak ada. Adik saya bisa tenang, karena tidak perlu takut dibebani akan merawat saya seperti yang selama ini ia khawatirkan. Satu-satunya beban saya, adalah buku-buku saya yang belum saya baca. Buku? Iya buku. Mungkin untuk sementara saya stop menambah timbunan, sampai saya bisa menyelesaikan minimal seperempatnya. 

Saya merasa seperti hidup di dua dunia. Satu dunia penjara yang bernama pekerjaan dan kantor. Satu lagi dunia blog yang seperti kebebasan. Rumah pun bagi saya sering tidak terasa seperti rumah. Hanya sekedar tempat untuk numpang tidur. Seandainya bisa, saya ingin merantau. Mungkin itu yang terbaik untuk saya. Jauh dari semua orang yang mengkungkung saya, termasuk keluarga. Pernah dengarkan, kalau kau akan merasa butuh dan kangen pada seseorang saat mereka jauh darimu?

Sejujurnya, saya merasa kehidupan yang telah saya jalani adalah kegagalan. Umur saya sudah tidak muda lagi untuk mengulang sesuatu. Bahkan untuk belajar sesuatu yang baru juga rasanya mungkin kemampuan otak saya sudah tidak seperti dulu lagi. Saya cepat lupa sekarang dan cenderung absent minded.

Malam Natal saja di kantor full day, bahkan saat ini menjelang pergantian tahun, saya tidak merasakan suasana pergantian tahun atau malam tahun baru. Saya stress, tubuh saya pun ikut bereaksi atas stress saya, mulai dari keputihan yang terus menerus dan sakit kepala yang tak kunjung hilang. Mau pergi bekerja tapi rasanya selalu menakutkan seperti akan disiksa selama seharian. Jam kerja yang panjang, salah satu yang bikin saya tidak betah, tapi bukan masalah itu, karena yang terutama saya tak suka apa yang saya kerjakan. Terlalu banyak pengaturan, terlalu banyak peraturan.

Saya lelah, lelah akan segala sesuatunya dan saya depresi karena saya sampai pada suatu titik di mana saya merasa berada pada dasar paling dalam dari suatu lubang dan tidak ada seorang pun yang mau menjulrkan tali pada saya untuk membantu saya naik. Semua hanya melihat kepada saya dengan prihatin dan berkata, "Ayo naik," tapi tidak bilang bagaimana cara naiknya.

Tampaknya mungkin saya akan seperti taruhan mereka, karyawan baru yang tidak mampu bertahan di kursi panas. Yah, sudah ada 3 orang yang di posisi saya dan tidak betah. 

Minggu, 20 Oktober 2013

Pelajaran Berharga Seharga 500K

Mengapa ada orang yang sampai hati tega menipu saya? Apa salah saya sampai dia menipu saya? Begitulah yang sering terpikir di otak saya, saat saya lagi bengong. Dan tentu saja penyesalan saya akan kebodohan saya yang lebih menggunakan hati daripada otak. 

Jadi ceritanya begini. Suatu hari saya menerima panggilan interview dari, katakan saja PT XXX.TBK, saya ingat, disuruh datang untuk psikotes dan interview pada hari Selasa tanggal 8 Oktober 2013. Singkat cerita, saya pun hadir pada hari dan jam yang telah dijadwalkan. Perusahaan tersebut termasuk elite, mungkin salah satu dari 10 perusahaan besar di Indonesia yang produknya meliputi minyak sayur, tissue air minum, asuransi, properti, dll. Jumlah karyawannya saja ribuan. Yang psikotes bukan saya saja, tapi banyak ada 18 orang untuk divisi yang berbeda-beda. Nah setelah psikotes selesai, pihak HRD memanggil kami untuk langsung interview dengan user kami masing-masing. User di sini adalah divisi yang kami lamar. Nah dari selesai psikotes ada jeda waktu sebelum kami menghadap pihak user untuk interview. Pihak HRD menyarankan kami menggunakan jeda waktu ini untuk istirahat dan makan siang. 

Ternyata untuk bagian saya, ada 5 peserta yang dipanggil (berarti 4 pesaing untuk saya, tapi bukan itu yang mau saya bahas). Singkat kata, saya berkenalan dengan 4 orang peserta. Dua laki-laki dan dua perempuan. Satu orang perempuan dan satu orang laki-laki hanya berkenalan sesaat dan langsung melesat pergi entah kemana. Sedangkan satu orang perempuan lagi sangat ramah. Dia mengajak saya dan satu peserta laki-laki yang lain untuk makan siang bersama. 

Kami pun memilih untuk makan siang di resto terdekat dengan gedung PT tersebut, yaitu restoran Padang. Selama makan siang kami ngobrol-ngobrol. Dari pembicaraan singkat tersebut, saya tahu kalau perempuan ramah ini adalah pengantin baru. Dia baru menikah bulan Maret 2013, belum punya anak dan suaminya seorang pendeta HKBP yang sedang kuliah S2. Oke singkat cerita, selesai makan siang kami pun bersiap kembali ke kantor tempat user akan mewawancarai kami. 

Wawancara berlangsung lama, setiap orang rasanya diwawancara nyaris 1 jam dan saya urutan ke-4. Jadi bayangkan saya harus tunggu 3 jam sampai giliran saya tiba, tapi yah ini tidak masalah dan saya tidak keberatan, selain karena memang itu sudah bagian dari resiko saya sebagai pelamar dan juga hak pewawancara karena itu berarti pewawancara kami sabar dan detil.

Karena waktu tunggu yang lama, saya dan 3 orang peserta mengisi keguguban kami dengan saling mengobrol. Kami juga saling menukar PIN BB. Saya persingkat saja, akhirnya tibalah giliran saya dan setelah nyaris 1 jam maka saya pun selesai dan langsung pulang karena memang hari sudah sore, jam 16.30. Perempuan ramah yang tadi makan siang bersama saya kebetulan mendapat giliran nomor 3 atau tepat sebelum saya dan dia tentunya sudah langsung pulang karena wawancaranya sudah selesai lebih dahulu. Tapi dia masih menghubungi saya dan tanya-tanya macam, "bagaimana wawancaranya? ditanya apa saja? semoga sukses ya, jadi kita bisa sama-sama diterima dan kerja bareng."

Si perempuan ramah ini, keesokan harinya masih tanya-tanya saya. Bukan soal wawancara, tapi macam-macam hal. Mulai dari film apa yang sedang diputar di bioskop, trus apa sudah ada panggilan lagi, macam-macam deh. Selanjutnya setiap hari dia selalu BBM saya dan berbicara hal-hal remeh seputar ini dan itu. 

Sampai pada hari Rabu tanggal 16 Oktober, dia PING saya di BBM, katanya urgent, dia butuh bayar cicilan rumah Rp1.500.000 karena hari itu adalah hari terakhir, kalau telat akan kena denda. Dia ada uang cash tapi dana bank sedang kosong. Hari itu, dia sedang tidak enak badan dan jarak bank dan rumah jauh, dia sendirian karena katanya, suaminya lagi pelayanan di pedalaman dan HPnya nggak aktif karena sinyalnya tidak ada. Susah dihubungi deh dan suaminya baru balik hari Sabtu. Jadi dia mau pinjam saya Rp1.500.000 untuk bayar cicilan rumah. Saya tanya, apa tidak bisa minta tolong keluarga? dia beralasan kalau dia tidak mau sampai pihak keluarganya khawatir, jadi lebih memilih pinjam sama teman. 

Dia terus mohon-mohon dan janji hari Jumat atau 2 hari dari dia pinjam akan langsung diganti. Dari sini batin saya berperang antara percaya atau tidak. Saya coba search di google dan menemukan fb-nya. Dari sana saya cek fb-nya dan menemukan foto-foto dia. Tidak ada yang aneh di fb-nya. Foto-foto itu standar foto-foto yang sering diunggah ke facebook. Foto sama teman-temannya, foto-foto pernikahannya di sebuah gereja bersama suaminya dan keluarga besarnya, lalu foto-foto bersama orang tuanya. Sejauh ini saya lihat tampaknya keterangan dia benar. Tapi akal sehat saya masih berkonflik, saya tidak bisa kasih sejumlah yang dia minta, terlalu banyak, bagaimana kalau dia bohong. Akhirnya saya putuskan Rp 500.000 saja. Transaksi dilakukan pada hari Rabu tanggal 16 Oktober 2013.

Si perempuan ramah ini sangat senang dan berterimakasih. Dia juga tanya berapa nomor rekening saya biar bisa ditransfer balik. Sesudah itu tidak ada yang aneh, dia masih sering BBM saya dan bertanya hal-hal remeh. Sewaktu hari Sabtu siang, saya kembali BBM dia dan tagih hutangnya, dengan alasan saya butuh uang dan alasan saya memang benar adanya. Dan dia sendiri pernah bilang kalau hari Sabtu, sang suami akan balik. Jadi saya langsung tagih, karena saya tidak mau lama-lama dihutangin. Dia hanya membalas, "oke."

Hingga Sabtu malam, tidak ada yang aneh. Lalu Minggu sore, saya kaget saat lihat namanya sudah tidak ada dalam contact BBM saya. Tubuh saya langsung dingin, hati saya langsung berdebar-debar. Lalu saya coba lihat nomor whatsapps nya. Ada yang aneh, mendadak profile fotonya hilang, lalu saya  langsung menghubungi nomor tersebut, namun jawabannya hanya, "Maaf nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan area." Saya langsung lemas, tapi saya masih berpikir positif. Kok bisa? Yah, saya sempat berpikir, apa mungkin ada sesuatu dengan HP-nya? Mungkin handphonenya hilang atau ada gangguan. Sepertinya harapan saya lebih karena hati kecil saya masih menolak bahwa saya bodoh dan saya telah tertipu.

Saya mencoba menghubungi salah satu pelamar lain yang ikut psikotes juga, laki-laki, karena waktu itu kami kan sempat tukar nomor PIN BB. Saya bertanya padanya, apakah dia punya nomor PIN si wanita ramah ini? mulanya dia jawab ,"ada, tunggu sebentar," lalu semenit kemudian dia kembali BBM saya dan menjawab, "nggak ada, di delcon (delete contact)."

Saya coba cari akal, lalu saya ingat facebook. Facebooknya masih ada. Saya coba kirim pesan via facebook, saya tidak langsung tuduh dia, saya tanyakan baik-baik, "mengapa contact saya di BB di delete? dan saya sangat butuh uang, bisa segera dilunasi." Saya juga tinggalkan nomor handphone saya, seandainya saja dia memang kehilangan handphone.

Satu jam saya tunggu, sambil coba menenangkan, diri saya coba melakukan hal lain. Saya cek facebook saya dan tidak ada pesan masuk. Lalu saya cek facebook si wanita ramah ini dan HILANG. Kalimat dalam facebook tersebut adalah, This page isn't available. The link might be broken or the page may have been removed. Anda bisa coba sendiri. Padahal 1 jam yang lalu masih ada page fb-nya, namun setelah saya berkirim pesan langsung hilang. Seandainya handphone yang hilang, biasanya hanya nomor yang tidak bisa dihubungi. Resmi sudah. Dia menipu saya.

Perasaan saya campur aduk, marah, sedih, kecewa, dan paranoid. Marah bisa saya atasi, walaupun kemarahan saya di sini saya tujukan pada diri sendiri, karena saya begitu bodoh dan tolol, bisa-bisanya saya percaya sama orang asing hanya karena kesan baik. Sedih? pasti. Siapa yang tidak sedih kalau uangnya hilang. Tapi saya coba ikhlaskan dan tidak mau PHP. Saya anggap saya berulang tahun dan mentraktir teman-teman saya. Saya juga berpikir, apakah ini teguran Tuhan? mungkin saya kurang amal? Tidak bukan salah Tuhan, karena saya sudah dikasih otak untuk berpikir. Saya lebih berpikir, ini pelajaran agar kedepannya saya tidak segampang itu percaya orang.

Kecewa? jelas, siapapun pasti kecewa kalau dimanfaatkan dan ditipu, hanya saja saya coba ambil pelajaran untuk lebih waspada dan berhati-hati dan heartless. Tapi perasaan yang paling tidak enak adalah paranoid. Saya jadi takut sendiri dengan setiap orang yang tidak saya kenal. Marah, sedih dan kecewa bisa saya atasi, tapi paranoid, tidak terduga. Paranoid juga bisa bikin sakit.

O ya, dari tadi saya hanya sebut dia si wanita ramah, tapi namanya adalah :

Riris Tuti Sri Handayani Hutahaean. Tidak gampang bagi saya untuk memutuskan menuliskan ini di blog, mengingat bagi saya hal ini hanya membuat saya terlihat bodoh dan saya tidak suka mengungkap kejelekan seseorang. Tapi setiap manusia bisa berbuat kesalahan dan ini sudah merugikan. Saya putuskan lebih baik saya sharing, karena seandainya anda yang membaca ini, berkenalan dengan orang yang namanya tertera dalam receipt tersebut, anda bisa ekstra hati-hati agar tidak mengalami kejadian seperti saya. Saya tidak tahu apakah ada nama lain. 

Sedikit cerita baik sebelum saya tutup. Ada orang asing yang baik juga. Pernah BB saya tertinggal di sebuah foodcourt mal, lalu seorang anak kecil (entah disuruh ortunya atau inisiatif sendiri) mengejar dan menghampiri saya sambil mengembalikan BB saya yang tertinggal. Sayangnya sangat langka yang seperti itu.

Mungkin sekarang pertanyaannya ganti bukan apa salah saya (karena saya sudah iklaskan) tapi apa yang ada dalam pikiran mereka yang suka menipu orang lain saat mereka melakukannya?

Kamis, 29 Agustus 2013

WRITING CHALLENGE DAY 10 : WRITE A LETTER TO YOUR FUTURE SELF

WRITE A LETTER TO YOUR FUTURE SELF

Tantangan WCD 10 ini terbilang cukup unik yaitu menulis surat untuk diri sendiri di masa depan. Pernah membayangkan menyampaikan pesan untuk diri anda sendiri? Saya rasa pantas dicoba.

Dear Myself in the future,

Kuharap kau sehat selalu, karena bagiku kesehatan sangat penting, dengan sehat kau mampu melakukan aktivitas dan kegiatan apa pun yang kau suka. 

Kuharap kau dalam keadaan bahagia dan dicintai oleh suami dan mungkin anak-anak (aku membayangkanmu berkeluarga, meski kau payah dalam hal-hal rumah tangga, mengingat kau tak bisa masak, messy and disorganized, jadi kukira mungkin kau akan mencari pasangan hidup yang punya semua itu, tapi ingat kau pun harus belajar untuk berubah). 

Aku tahu kau selalu memimpikan mempunyai keluarga sendiri dengan anak-anak yang lucu dan menggemaskan. Dan kau selalu bermimpi setiap malam, bisa membacakan cerita sebelum tidur untuk mereka, karena hal itu tidak pernah terjadi pada diri kita. And you will make a strong bond with your children, because you won't let them feel lonely and you have a lot of love to give. 

O ya, bagaimana dengan impianmu untuk bisa jadi penulis? Maksudku diluar menulis blog. Aku tau kau pasti bisa, karena hei, tanpa bermaksud mengaitkannya dengan UUZ (ujung-ujungnya Zodiac), tapi sebagai Pisces, kita kan sangat terkenal disektor imajinasi. Oleh karena itu kalau kau mempunyai imajinasi dalam kepalamu, jangan hanya dipendam saja tapi salurkan juga. Tapi kau juga harus fokus dan disiplin. Aku tau kau sangat gampang terdistraksi. 

Namun seandainya kau tidak menjadi penulis pun, aku harap cita-cita mu yang lain untuk mempunyai toko buku tersampaikan. Kadang kupikir, yang kurang dari negara ini bukan penulis tapi toko buku. Semoga kau bisa memiliki toko bukumu sendiri. Toko buku yang personal seperti toko buku punya Meg Ryan di film You've Got Mail, tentu saja dengan ending yang berbeda. Dengan memiliki toko buku kau bisa menjadi jembatan bagi semua pihak seperti penulis, penerbit, pembaca. Aku pernah membaca bahwa angka 14, tanggal kelahiran kita, mengandung arti sebagai komunikator. Bagiku komunikator adalah perantara. 

Kuharap kau sudah menghilangkan rasa rendah diri atau low self esteem dalam dirimu itu. Yakinlah pada dirimu sendiri bahwa kau bisa.

Aku tau, tidak sepantasnya aku memintamu untuk religius, karena aku sendiri sekarang ini tidak religius, tapi ingatlah selalu akan Tuhan dan luangkan waktu untuk berdoa. Mungkin ada kalanya kau skeptikal dengan urusan spiritualisme, tapi aku tahu dalam hatimu kau sangat ingin mememercayainya dan kau selalu yakin bahwa mujizat itu nyata selama kau percaya. 

Dan kuharap saat kau membaca ini kau sudah benar-benar menjadi "master of your emotion". Aku tahu kalau kau mudah gugup, cemas, dan ada kalanya reaksimu berlebih saat menghadapi sesuatu yang membuatmu tidak nyaman. Begitu pula bila ada seseorang yang membuatmu jengkel, reaksimu cenderung keras, be softer and cooling down, okay. Jangan terlalu berlebihan saat menghadapi sesuatu. Sekiranya aku tahu rasa sensitifmu sudah mulai berkurang dibanding dulu. 

Lalu persoalanmu dengan waktu. Kau selalu menganggap waktu 1 x 24 jam tidak pernah cukup. Ada begitu banyak hal dalam pikiranmu, ada begitu banyak kegiatan yang selalu mau kau pelajari, tapi kau harus fokus untuk memilih satu yang benar-benar kau sukai. 

Terakhir, jangan sesali yang sudah terjadi. Kau tak bisa kembali ke masa lalu atau pun terus menerus menyalahkan diri. Jadikan masa lalu sebagai pelajaran dan berikan masa depan harapan yang positif. 

Best regards,
Yourself in the past

Senin, 19 Agustus 2013

WRITING CHALLENGE DAY 6 : WRITE ABOUT YOUR FEELINGS FOR SOMEONE

Write About Your Feelings For Someone

Another challenge about express my feeling again? Well I think I started to understand why express your feeling is a challenge. Because not everyone can't do it. Not because they don't have any feelings, but simply not everyone understand about their feelings. Well maybe they knew it, but they are not sure about it. Because sometimes humans are contradictive. Such as they love you but they also fear about commitment, they are helping you, but they also complain when they helped you. Their head say yes but their heart say no. 

Okay back to topic, with who I must express my feeling, because the last time I told my parents about how I feel, they mocked me and told me my feeling is not important. Don't get me wrong, I love my parents, but sometimes I feel bitter about how they are treating me. If there is one thing I really need and want it from them is called understanding.

Since that I become a person who is trying to hide my feeling, even become emotional detachment. Because I learn if I trust people so easily, it can backfire me. I tend to be a loner, because when I'm alone, I can do what I want, I feel free, I even more productive. Don't get me wrong it doesn't mean I have problem to socialize. But I prefer a few friends rather than a lot of friends. My motto is more people are more problems. I don't like drama but it seems drama loves me :D

Back to topic, since the challenge must express my feelings to someone and so far I only express my feelings to everyone if they read my crappy writing through this, I guess I will pretend if I have a life mate. I don't want write soul mate because, well call me skeptical but life mate sounds more realistic rather than soul mate. But it doesn't mean I don't believe with soul mate, it juts maybe only one in a million of people who can find their soul mate.

Dear

I wish you stop possessive on me like try to control me
I hate when you try to control or dominate me
I know you just try to protect me
But I need a space too

Don't get me wrong, I like our time together
Our intimacy
I like when we cuddled each other on the sofa while we're watching mystery drama
I'm really enjoying when you flattered me, give me massage on my nape of neck
I love all your affection

And since you asked me to tell you about what I don't like from you, here
I don't like when I made mistake and apologized, you still lift up the problem
Everyone have their own past, no need to remind them again and again
I never declare my self as a saint or pure person, I'm just human, imperfect
So please don't push me to do something that I don't like
Also don't be rude on me because I will  do the same
I have intense reaction when it comes about emotion
And to be honest I don't like it
Because I know it will hurt you too
And i don't want to hurt you

And I need alone when I need to recharge my energies
Also I need your understanding about my hobbies, my desires, my insecurities
I ask no more
Thank you for your love and all the pleasure you gave me
In return I will be at your side, darling.

Full of Love
Your dearest one

Sabtu, 17 Agustus 2013

WRITING CHALLENGE DAY 5 : WRITE A LETTER TO ANYBODY

Frankly speaking, I think day 5 challenge is one of the hardest challenge. I never smart enough when it comes to express my feeling. Write a letter? To who I must write a letter? I don't have any close friends, Sadly isn't it? or pathetic? Yes, I do have some friends but I don't know, not kind of friend where I can share my dreams, my deepest secret, my insecurity. 

Dear best friend wherever you are,

Hai, kita ngga pernah ketemu, tapi suatu hari nanti aku berharap bisa menemukan dirimu. 
Jadi aku ngga akan merasa kesepian lagi, sekiranya aku tau kalau aku merasa kesepian, aku bisa meneleponmu  untuk sekedar curhat tanpa kau merasa bahwa aku menjadi beban atau merepotkan.
Aku tidak peduli meskipun hobby kita berbeda, tapi yang kuinginkan adalah kau tidak merasa bosan saat harus menemaniku ke toko buku. 
Sebaliknya aku pun akan menemanimu ke tempat yang kau suka, walaupun aku tidak suka tempat itu. 
Karena sebagai sahabat kita akan berusaha saling mengerti dan memahami.
Saat aku salah, kau mengingatkanku tapi tidak menghakimiku. 
Saat yang lain meninggalkanku, kau tetap menemaniku..
Namun saat aku butuh waktu untuk sendiri, kau memberiku ruang, begitu pun sebaliknya.
Tentu saja ada kalanya kita berdebat dan bertengkar.
Tapi pada akhirnya kita berbaikan, biasanya kau akan mencoba berbaikan dengan mengatakan kau ingin pergi ke toko buku dan minta referensiku soal buku yang akan kau beli. 
Aku sendiri juga akan meneleponmu untuk mengajakmu wisata kuliner, karena kita sama-sama suka makan, walaupun kita selalu mengeluh mengenai gemuk. 
Aku akan membelamu bila ada yang mengganggumu.
Bila kau punya masalah, ceritakan padaku, jangan hanya disimpan sendiri.
Meskipun aku mungkin tidak banyak membantu tapi aku janji akan menjadi pendengar yang baik.
Berjanjilah padaku, apabila nanti kau harus pergi meninggalkan kota ini, jangan lupa padaku.


Your besties,
Lina

PS : Agak telat sehari sih dari challengenya.But now I just try to finish the challenge, cannot promise will be on time.  

Kamis, 15 Agustus 2013

WRITING CHALLENGE DAY 4 : RANT ABOUT ANYTHING

Rant About Anything

Saat tau kalau tema Writing Challenge hari ke-4 adalah tentang rant, saya langsung berpikir soal marah-marah, gerutuan atau ngedumel.  Tapi kepada siapa?

Maka hal tergampang adalah kepada kehidupan, tapi kalau kehidupan gimana ngerant nya? seolah saya menyalahkan nasib dan takdir atau Tuhan. Setelah saya timbang menimbang, rasanya saya ngga pantes ngerant soal kehidupan, seharusnya saya bersyukur sudah diberikan kehidupan meskipun kadang hidup itu pahit, tapi itu akan membuat karakter kita menjadi lebih kuat dan bijak.

Akhirnya saya memilih untuk ngerant terhadap negeri ini. Saya yakin sebagai warga masyarakat kita sering ngga puas sama keadaan di negeri ini. Entah itu pemerintahannya, orang-orangnya, hukumnya, kota Jakarta, prasarananya, yah banyak deh.

***
Jakarta, mengapa kau harus macet, bayangkan aku pernah sampai menunggu 1 jam untuk naik Transjakarta. Belum lagi lama di jalan karena macetnya itu. O ya menurutku halte busway itu tidak ramah terhadap lansia dan penyandang cacat. Mamaku enggan naik Transjakarta karena beliau tidak kuat dengan tangga dan jembatan pengghubung yang sangat panjang. Lalu setiap musim hujan, aku selalu cemas akan banjir. Rumahku masih pendek jadi kalau hujannya deras sekali pasti akan kebanjiran, itu kondisi yang sangat tidak nyaman. Aku harus mengangkat barang-barangku agar tidak basah dan sesudah itu kami sekeluarga harus bekerja keras membersihkan lumpur dan kotoran yang masuk ke rumah karena banjir.

Lalu keamanan, mengapa aksi kejahatan tidak berkurang malah meningkat? Rata-rata semua yang tinggal di ibukota pasti pernah mengalaminya, iya rata-rata, yang berarti sebagian besar masyarakat pernah mengakaminya, mulai dari kecopetan di angkot atau bus umum, kena jambret saat naik motor, sampai rumah kosong yang kena bobol maling. Kami tidak pernah merasa aman di Jakarta, kami bukan hanya harus waspada tapi extra waspada.

Indonesia, mengapa kau lebih dikenal karena hal-hal negatif. Setiap kali aku mengunjungi blog luar, banyak yang tidak tahu di mana itu Indonesia? Oh oke, baiklah jangan salahkan dirimu tapi salahkan mereka yang ignorant karena pengetahuan geografi mereka terlalu bodoh. Tapi mengapa kau tidak punya pengaruh sama sekali di luar sana? Bahkan tidak dalam hal budaya. China dikenal dengan dimsum dan kungfu, Jepang dikenal dengan anime dan manga. India dikenal karena kari dan bollywood, Korea dikenal karena K-Pop dan K-Drama. Oh aku tahu mereka negara maju. Tapi bagaimana dengan Thailand dan Filipina. Mereka lebih dikenal dibanding Indonesia.

Lalu prestasi olahraga? Mengapa pembinaan olahraga di Indonesia berantakan? Ke mana semua dana untuk olahraga? Aku bosan membaca berita korupsi yang tidak pernah habis setiap hari. Kenapa nyaris semua pihak di pemerintahan lebih memikirkan kepentingan mereka daripada rakyatnya? Tidak semua sih tapi sebagian besar.

Mengapa pendapatan rata-rata kami di Indonesia tidak sebesar negara lain? Maksudku, di negara lain, orang dapat membeli rumah, apartemen, mobil, berlibur ke luar negeri walaupun mereka hanya bekerja dalam 2-3 tahun dan pegawai biasa. Di Indonesia 10 tahun bekerja pun belum tentu bisa, kalau pun ada yang bisa, ngga banyak.

Kurasa sampai disini saja rantingnya, sungguh ngerant itu melelahkan. Sebenarnya ada banyak yang mau dirant tapi saat ini otakku lelah untuk memikirkan soal keluhan.

***
Berasa WC 4 ini garing banget. BTW, biarpun saya ngerant soal Jakarta dan Indonesia, bukan berarti saya tidak cinta atau tidak bersyukur tinggal di sini. Setiap negara ada plus-minusnya. Kalian tahu Aussie atau Austarlia? Temen saya yang tinggal di sana pernah bilang untuk hidup dan hiburan tuh enakan Jakarta kemana-mana dibanding Aussie. Di Australia macam Perth, mall cuma buka dari jam 8 pagi - 5 Sore. Jadi kalau malam tutup. Mall pun tidak semegah di Jakarta. Cuma untuk kualitas hidup seperti hari tua memang di negara tersebut lebih terjamin.  

Selasa, 06 Agustus 2013

Writing Challenge Day 1 : Write A Short Autobiography

Write A Short Autobiography

I'm just an ordinary girl who is supposed to be kind and friendly

Saya lahir di hari minggu pada hari ke-14 bulan ke-3 jam 6 sore. Mama dan papa memberikan saya nama yang sama dengan salah satu suster yang membantu kelahiran saya, papa bilang, suster tersebut sangat baik dan ramah, karena itulah mama dan papa menamai saya mirip dengan nama suster tersebut dengan harapan sifat saya baik dan ramah seperti sang suster.

But apparently I'm not

Sayangnya alih-alih ramah, saya tumbuh menjadi anak yang berwatak keras, sekiranya itulah yang orang tua saya rasakan. Seandainya segala sesuatu tidak berjalan sesuai kemauan saya, saya pasti marah-marah. Saya benci bila harus dipaksa melakukan sesuatu yang saya tidak suka. Saat usia saya 5 tahun, adik lelaki saya lahir, dan sebagai anak sulung pastinya ada rasa cemburu saat melihat orang tua saya lebih banyak mencurahkan perhatian kepada adik daripada saya. Ditambah lagi adik saya waktu kecil sakit-sakitan, hal tersebut menyebabkan adik sangat dimanja, segala sesuatu yang diminta adik pasti akan dikabulkan oleh orang tua saya. Sebagai orang tua tentu saja mereka berusaha bersikap adil sama anak-anak mereka, melihat siapa yang lebih membutuhkan, namun sebagai anak kecil, saya kadang merasa tidak adil dan terlebih lagi karena adik saya berjenis kelamin laki-laki, saya merasa dia lebih dibanggakan. 

My School Life

Saya lupa kapan tepatnya saya mulai lancar membaca, karena sewaktu TK saya tidak ingat pernah membaca panjang lebar, namun sewaktu SD, umur 6 tahun saya ingat sudah bisa membaca dengan lancar. Sejak SD saya sudah memakai kacamata, menyebabkan penampilan saya terlihat culun bagi anak-anak sebaya saya dan lucu bagi orang dewasa. Sekolah saya sewaktu SD tergolong biasa saja, tidak istimewa dan bukan sekolah unggulan. Nilai pelajaran saya pun hanya rata-rata, tidak bagus-bagus amat juga tidak jelek. Sejak kecil saya sudah canggung dan kikuk. Tidak pandai bergaul. Saya tidak suka anak laki-laki karena mereka selalu menggangu dan mengolok saya. Saya bergaul lebih baik dengan anak-anak perempuan walaupun hanya sedikit anak-anak perempuan yang berteman dengan saya. Saya paling suka pelajaran menggambar dan saya paling benci pelajaran matematika. 

Saat saya akan masuk SMP, saya pindah dari sekolah lama ke sekolah baru yang kualitasnya terkenal karena sekolah tersebut suka memberikan materi yang sulit pada murid-murid mereka.  Saya ingat salah satu guru saya di SD meragukan kemampuan saya untuk dapat bertahan disekolah tersebut, karena nilai rata-rata saya hanya pas-pasan. Saya ingat apa yang dia bilang, "Kamu mana sanggup di sekolah itu".

Sekolah saya yang baru sejujurnya, memang lebih ketat. Baik dalam hal pelajaran maupun peraturan. Namun saya justru merasa lebih nyaman di sekolah baru. Saya punya banyak teman-teman baru, dan saya merasa guru-guru SMP saya lebih jelas saat menerangkan pelajaran dibanding saat saya SD. Menggambar atau seni lukis masih tetap menjadi pelajaran favorit saya, tapi kali ini ditambah Bahasa Inggris. Guru Bahasa Inggris saya waktu SMP ada dua orang. Waktu kelas 1 SMP, guru Bahasa Inggrisnya masih muda, kami memanggilnya dengan sebutan Ma'am dan pada waktu itu saya belum familiar dengan panggilan Ma'am karena biasanya dalam Bahasa Inggris saya hanya tahu panggilan wanita antara Miss dan Mrs saja. Saat kelas 1 SMP, nilai Bahasa Inggris saya masih standar dan saya pun belum paham sama sekali dengan Bahasa Inggris. Naik kelas 2 SMP, guru Bahasa Inggris yang mengajar kami berganti orang, dia adalah seorang wanita yang sudah berumur dan terkenal sangat galak, dia tidak mau dipanggil Ma'am dan meminta kami semua memanggilnya Miss. Saya dan teman-teman selalu berdebar-debar apabila pelajaran bahasa Inggris berlangsung. Guru kami tidak segan-segan menghukum murid-murid yang nilai ulangan Inggrisnya jelek, menghukum bagaimana? Tangan kami dipukul oleh penggaris kayu apabila kami dapat nilai dibawah 6. 

SMP kelas 2 dan 3 guru bahasa Inggris masih sama, walaupun cara mendidiknya boleh dikatakan agak keras namun guru bahasa Inggris kami tau cara menyampaikan materi yang baik. Saya ingat sebelum memulai pelajaran, ia selalu meminta kami selama 15-20 menit membacakan bentuk-bentuk kata kerja waktu atau tenses. Proses tersebut belangsung setiap pelajaran bahasa Inggris berlangsung, selama kelas 2 SMP. Akibatnya kami jadi hafal bentuk-bentuk kata kerja tenses di luar kepala. Saat kelas 3, beliau masih tetap mengajar kami tapi lebih lunak dan tidak sekeras saat kami kelas 2 SMP. Kelas 3 SMP, boleh dibilang nilai Inggris saya sangat baik dan saya yang sebelumnya selalu berdebar-debar setiap pelajaran bahasa Inggris justru jadi suka sama pelajaran bahasa Inggris. 

My Senior High School Life

Bila SMP, saya lebih banyak mengingat tuntutan untuk belajar, maka saat SMU saya lebih mengingat masa-masa bandel. Bukan saya sih yang bandel, saya ini termasuk murid alim kok. Tapi saya masih suka tersenyum kalau mengingat ulah teman-teman saya, mulai dari membolos saat pelajaran extra kurikuler, mengerjai guru dengan cara mengolesi bangku guru dengan minyak angin, menyembunyikan telur untuk dipecahkan kalau ada murid yang berulang tahun, bersandiwara kaki sedang cantengan untuk menghindari lari keliling lapangan saat terlambat masuk kelas dan lain sebagainya. Satu lagi pelajaran yang saya tidak suka yaitu olahraga. Saya ini sangat payah dalam pelajaran olahraga, tiap kali ada permainan voli, pasti saya dipilih terakhir sama teman-teman saya.

Something that I Still Regret

Kalau pun ada sesuatu yang saya sesalkan dari masa SMU saya bukanlah gagal dapat pacar atau nilai NEM yang tidak terlalu tinggi. Melainkan salah ambil jurusan waktu mendaftar kuliah. Saya waktu berumur 18 tahun masih belum tahu apa tujuan hidup saya, masih gamang dan orang tua juga tidak pernah mengarahkan sama sekali. Orang tua saya tidak berpendidikan tinggi karena itu mereka ingin anak-anaknya berpendidikan tinggi. Mereka tidak paham mengenai pilihan atau jalan hidup karena orang tua saya sangat pragmatis. Bagi ortu, setelah lulus SMU adalah kuliah dan setelah lulus kuliah adalah kerja kantoran.

Sayangnya saya tidak pernah yakin akan diri saya atau apa yang saya mau. Pikiran saya pun kurang lebih sama, kuliah lalu mendapat gelar sarjana dan bekerja. Karena itu saya kuliah di universitas di mana banyak teman saya juga kuliah di universitas tersebut. Saya hanya berpikir, teman-teman pada pilih universitas itu, saya ikut saja deh, rata-rata pada ambil jurusan akuntansi atau manajemen. Karena saya tidak terlalu baik di hitung-menghitung, saya pilih manajemen. Di kampus indeks prestasi saya sangat standar dan yang paling parah saya juga tidak ada keinginan keras untuk meninggikan indeks prestasi, saya tidak suka dengan mata kuliah-mata kuliah yang ada dalam manajemen jadi pikiran saya saat itu yang penting lulus dan tidak perlu bertemu lagi dengan dosen A atau dosen B alih-alih berpikir bagaimana mendapat nilai A

Saya memang berhasil menamatkan bangku kuliah dan memperoleh gelar S1 hanya saja IPK saya tidak tinggi sehingga ada kalanya terasa miris saat melihat persyaratan lamaran di koran yang mengharuskan pelamar mempunyai indeks prestasi sekian dan sekian. Andai saja sewaktu kuliah saya lebih bersungguh-sungguh. Penyesalan memang selalu datang terlambat tapi bukan berarti tidak ada jalan.

I'm Still Haven't Found What I'm Looking For
But I will find it someday

Hingga saat ini, saya  masih dalam masa pencarian jati diri, pembelajaran dan selalu introspeksi. Dari segi sifat, mama selalu bilang saya galak. Dari segi kondisi, papa selalu bilang saya belum mandiri. Sekarang ini pun saya dan adik tidak terlalu akur dan masih suka ribut karena sifat kami sama-sama keras. Tapi saya selalu mempunyai harapan bahwa suatu saat saya akan menemukan apa yang saya cari dan dapat mengabulkan apa yang orang tua harapkan dari saya.

Kamis, 02 Mei 2013

Zodiac & Personality

Akhir-akhir ini entah gerangan apa, saya begitu tertarik dengan zodiac. Saya rasa kita sudah tau apa itu zodiac, adapula yang menyebutnya bintang atau horoskop. 

Di Indonesia, zodiac/horoskop lebih identik dengan ramalan, misal melihat bagaimana asmara, keuangan dan keseharian kita selama minggu ini. Beberapa teman saya bahkan ada yang enggan membacanya karena menganggap zodiac itu sesuatu yang bertentangan dengan agama karena kaitannya dengan ramalan. Adapula yang tidak percaya karena itu adalah ramalan dan ngga masuk akal atau sekedar omong kosong untuk seru-seruan doank. 

Zodiac terkait erat dengan ilmu astrology, ngomong-ngomong yang saya bahas adalah western zodiac, bukan chinese zodiac. Balik dengan masalah ramalan zodiac, kalau menurut saya pribadi, zodiac lebih tepat disebut psikologi daripada ramalan tapi tampaknya sebagian besar di Indonesia berpikirnya itu ramalan, padahal bukan kalau kita mencoba memahaminya, zodiac terkait erat dengan psikologi. Saya sendiri tidak percaya dengan yang namanya ramalan keuangan, asmara, dll ala zodiac, termasuk juga compability zodiac. 

Dalam astrology terdapat 12 jenis zodiac, dan masing-masing zodiac ini mempunyai sifat atau personality dasar yang kurang lebih seperti ini :

Aries : Antusias, energik, tidak sabaran,
Taurus : Tenang, santai, sabar
Gemini : Suka berbicara, susah ditebak
Cancer : Kekeluargaan, pengayom, sensitive, moody, family oriented
Leo    :  Narsis dan percaya diri
Virgo : Suka mengkritik, detil, pemilih, duty oriented.
Libra : Suka segala sesuatunya seimbang, mikirnya jadi lama karena terlalu banyak pertimbangan
Scorpio : Pendendam, susah untuk move on, adatnya keras
Sagittarius : berjiwa bebas, gemar akan hal-hal baru, suka petualangan
Capricorn : Workaholik, ambisius, tenang, work oriented.
Aquarius : Eksentrik, setiakawan, tidak suka dikekang atau diatur.
Pisces : Pemimpi, cenderung pengalah, suka ngayal

Merasa punya zodiac tersebut tapi sifatnya ngga mirip? ngga aneh, karena sifat seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh 1 jenis zodiac, terkadang harus dilihat dari keseluruhan Natal chart. Apa itu natal chart? Natal chart adalah posisi planet, matahari dan bulan pada saat kita lahir.

Umumnya orang emang ngga tau soal natal chart, kecuali cek di web-web astrologi yang menyediakan jasa kalkulasi natal chart. Makanya kadang ada orang yang bingung dan bilang, "gw sama dia sama-sama zodiac Leo, tapi kok beda yah?" Berarti planet-planet atau bulan dalam natal chart kamu lebih dominan daripada zodiac matahari kamu.

Saya lahir tgl 14 Maret, zodiac saya Pisces, tapi kalau ditanya apakah sifat saya mirip Pisces? mmm jujur saya ngga tau. Pisces itu boleh dikatakan zodiac yang paling baik dan ramah dari semua zodiac (saya bilang gini bukan karena saya berzodiac Pisces tapi memang itulah yang kebanyakan dikatakan oleh web-web astro, mottonya saja, I sacrifice) jujur saya malah ngga suka Pisces jadi zodiac yang paling baik karena kesannya lemah githu dan gampang dimanipulasi. Tapi sekali lagi menurut saya baik dan jahat tidak ditentukan oleh zodiac melainkan diri sendiri. Contohnya beberapa penjahat paling kejam di dunia adalah Pisces #eh :D

Bahkan nyokap selalu bilang kalau ada sifat saya yang perlu dirubah tuh, saya suka jutek dan tambah lagi adat saya yang keras kepala. Padahal kalau dipikir-pikir bukan jutek, lebih tepatnya moody, yah tau sendirilah, zodiac air macam Pisces dan Cancer kan emang terkenal sensitif dan moody. Kalau soal adat yang keras, mungkin itu pengaruh zodiac bulan saya yaitu Scorpio (yang kadang dibilang sebagai zodiac paling kuat dan populer dari 12 zodiac, kebalikannya Pisces yang dikenal follower dan biasa-biasa aja -opini).

Lalu sebelum bahas lebih lanjut, tadi saya ada sebut soal natal chart dan susunan planet dalam natal chart. Itu apa maksudnya? Saya akan kasih gambaran utamanya saja.

Sun (zodiac matahari) : Ini yang biasa standar kita pakai, zodiak berdasarkan posisi matahari atau sesuai dengan tanggal kelahiran kita, misal 1 Januari --> Capricorn, 2 Februari --> Aquarius, 3 Maret --> Pisces dan seterusnya. Matahari sebagai pusat tata surya menjadi patokan dari kepribadian atau individual atau ego kita. (Karena saya tgl 14 Maret, maka zodiac saya adalah Pisces)

Moon (zodiac bulan) : Ini mewakilkan bagaimana kita berurusan dengan emosi dan keinginan terdalam dalam diri kita atau apa yang ada di hati kita dan bagi sebagian orang beranggapan zodiac bulan lebih melambangkan diri orang tersebut yang sesungguhnya daripada zodiac matahari terutama bagi wanita, karena bulan melambangkan wanita dan feminin. Untuk tau apa zodiac bulan, kalian harus cari tau di situs-situs yang menyediakan perhitungan natal chart (bisa di gugel). Rekomendasi dari saya coba situs ini, karena untuk saya pribadi cukup akurat. Zodiac bulan saya adalah wah ternyata Scorpio (zodiac yang punya reputasi jelek karena cemburuan, pendendam dan posesif). Mungkin ini menjelaskan adat keras saya dan kadang emosi saya yang cepat marah (LOL, Aries, Taurus, Leo dan Scorpio adalah 4 serangkai zodiac yang terkenal hot temper) kalau misalnya moon kita adalah Capricorn, mungkin kita cenderung "cold hearted"

Merkuri : Merkuri adalah pola pikir, mentalitas dan cara komunikasi kita. Merkuri saya juga ada di Pisces. Jadi yah kadang saya suka berpikir lebih pakai perasaan dan feeling daripada logika.  Tapi saya rasa ini lebih ke arah empati. Bukan dalam hal mengambil keputusan.

Venus : Hubungan kita dengan orang lain (teman, keluarga, pacar, dll). Venus saya kebetulan ada di Aquarius, jadi boleh dibilang tipe orang yang enjoy sendirian maupun hang out ramai-ramai. Venus di Aquarius paling ngga suka di kekang atau dibatasi karena mereka suka kebebasan.

Mars : Tindakan yang kita ambil atau keputusan yang kita buat pada akhirnya. Karena Mars saya ada di Libra, bikin saya kalau mikir suka kelamaan karena coba cari solusi paling adil dan benar.

Ada lagi sih macam Jupiter, Saturnus hingga Pluto tapi yang paling utamanya yah itu.

Lalu ada lagi ascendant atau rising. Banyak yang bilang ini jutru yang paling penting dari semua faktor. Rising atau Ascendant itu adalah bagaimana orang lain melihat kita, atau penilaian orang lain akan diri kita atau topeng yang kita pakai secara keseluruhan. Rising sign saya adalah Virgo, dan ada kalanya benar, terutama dalam hal pemalu, introvert, terlalu analitis, pemilih dan eh tukang kritik. Makanya saya kalau review buku tuh banyak kritiknya :D Tapi ada juga yang bilang kalau Rising ini akan berangsur-angsur lepas saat seseorang berusia 40 tahun atau sudah matang. Ada benarnya, semakin tua umur, saya lebih ngga terlalu pemilih, lebih santai ala Pisces dan less critique dan instrospective.

Lucunya, Virgo dan Pisces adalah opposite zodiac. Opposite zodiac atau sister sign adalah selisih 6 bulan antara zodiac yang 1 dengan yang lain, artinya tujuan mereka sebenarnya mirip tapi cara dan alasan mereka berbeda dan bertolak belakang. Tapi ada miripnya sih, Virgo itu service oriented, mereka suka melayani dan Pisces suka menolong orang lain.

Sister sign / counterpart zodiac :
Aries / Libra
Gemini/Sagitarius
Cancer/Capricorn
Leo/Aquarius
Virgo/Pisces
Scorpio/Taurus

Konon ada yang bilang kalau seseorang mendapatkan jodohnya itu counterpart zodiac-nya dan sukses mengatasi perbedaan yang bertentangan dan membuat perbedaan itu justru saling melengkapi maka hubungan tersebut akan awet :D

Tapi bagaimanapun jangan percaya compability dan post saya tentang zodiac sebenarnya cuma suatu sarana bagi saya untuk lebih mengenal diri saya sendiri. Bukankan ada pepatah bijak yang mengatakan "mengetahui karakter orang lain adalah cerdas tapi mengetahui karakter diri sendiri adalah bijaksana".

Rabu, 20 Februari 2013

Dear Hubby



        Aku ingat saat kau membangunkan diriku dengan kecupan dan bisikan lembut selamat pagi di telingaku. Aroma kopi yang kau bawa bersamamu bagaikan parfum penyemangat pagi hari untukku, aku tau kau tidak suka kopi tapi kau tau bahwa aku tergila-gila dengan kopi,  dan sejak pernikahan kita tidak pernah sekalipun kau lupa untuk membuatkanku kopi.
          Kau selalu mengetahui bagaimana sikapku saat sedang jengkel, kesal dan marah, aku bisa menjadi orang yang sangat tidak menyenangkan, namun kau tidak pernah menjauhiku dan selalu sabar menghadapi diriku dan kau tidak pernah lupa untuk mengingatkanku saat iblis dalam diriku mulai mengambil alih sifatku.
         Saat aku sedih, meskipun aku tidak ingin kau tau karena aku benci menangis dihadapanmu, tapi entah bagaimana kau selalu mengetahuinya. Kau memelukku dengan erat, kita terdiam dalam kesunyian, namun pelukanmu selalu memberiku rasa damai dan hangat dan kau berbisik lembut padaku bahwa segalanya akan baik-baik saja.  
      Kita berdua tau, bahwa aku sangat canggung saat berada di keramaian tapi kau selalu bisa membuatku lupa akan rasa canggungku dengan humor-humormu dan dengan sifatmu yang selalu ceria kau juga membuat orang lain di sekeliling kita menjadi tertawa.
         Saat orang-orang mulai mengatakan tubuhku gemuk dan harus diet, aku menjadi enggan makan, namun kau selalu mengatakan bahwa saat favorit kita berdua adalah kau dan aku makan bersama sambil berbagi cerita mengenai hari-hari kita dan kau selalu mengatakan bahwa kau menyukai lekuk ditubuhku yang berisi.
      Di saat aku lelah, kau selalu tau bahwa pijatan lembut selalu bisa membuatku tertidur di lenganmu dan kau menggendongku saat ku terlelap dan kau selalu memberikanku saran-saran yang tidak pernah terpikir olehku.
      Aku menyukai saat-saat kita membuat scrapbook bersama-sama, kau selalu jeli untuk melihat setiap foto terbaik diriku saat aku bahkan menganggap itu hanya foto tidak penting tapi kau selalu berkata setiap foto ada cerita dan bagaimana kau selalu bisa untuk mengingat ha-hal paling remeh sekalipun, seperti saat kau mengirimku SMS hanya untuk mengingatkanku untuk tidak terlambat makan siang. 
       Peeta, suamiku, terimakasih telah menjadi sahabat, partner dan guruku. Selamat  ulang tahun, kau dan aku akan selalu saling memiliki dan menjaga.  Aku memang bukan istri yang sempurna, namun kau selalu mengisi ketidaksempurnaanku dengan kehadiranmu. 

Pengakuan penulis :
Pertama sebenarnya saya ragu mau ikut event ini karena saya akui, saya bukan tipe romantis dan genre bacaan favorit saya pun bukan yang romantis dan saya merasa canggung menulis serangkaian kalimat lebay untuk seorang tokoh fiktif (dan saya merasa tulisan saya lucu). Kedua saya bingung, tokoh fiktif mana yang bisa bikin saya jatuh cinta, memang ada beberapa pilihan, pertama-tama saya lihat dulu para hero super duper hot dan sexy di historical romance tapi saya tidak bisa membayangkan saya menjadi pendamping mereka karena terkadang mereka terlalu sempurna dan tampak lebih seperti idola daripada seseorang yang bisa saya bayangkan akan menjadi pria yang akan menemani saya hingga menjadi kakek-nenek. Akhirnya saya pass dan beralih ke tokoh-tokoh YA. Hingga akhirnya saya teringat The Hunger Games, dan saya suka dengan tokoh Peeta Mellark. Secara karakter Peeta oke, dia tidak kelewat keren bagaimana, tidak kelewat macho dan hot bagaimana, ada kalanya dia tampak tak berdaya dan segala jenis kelamahan lain tapi saya justru suka karena itu membuatnya terlihat manusiawi dan saya sendiri ibarat Katniss yang rapuh.

BTW, event tulisan romantis ini sebagai bagian dari event yang diadakan oleh Ren's Little Corner yang bertajuk Surat Cinta Untukmu .

Senin, 18 Februari 2013

TUMBLR

Selain Blogger/Blogspot, saya punya 1 blog lagi yaitu tumblr, tidak seperti Let Me Tell You A Story (blog serius saya yang isinya 90% mengenai review buku) ataupun blog geje (blog personal saya), tumblr adalah blog guilty pleasure saya. Sejujurnya isi tumblr saya 90% tidak ori alias kebanyakan reblogged dari blog lain. Selain itu enaknya tumblr, saya bisa post blog hanya berupa tag (#) tanpa ada postingan apapun di dalamnya. Misal saya kasih judul post tumblr saya :

Damn It

#I cannot upload any picture   #my internet suck

Yah itu cuma contoh, gampangnya tumblr bisa ngepost banyak hal macam blogger dan WP juga bisa ngepost sedikit dan ngasal seperti curcol, makian, quote terus kasih hashtag macam Twitter.  Tapi sekarang ini tumblr terkenalnya lebih ke visual art. Gambar-gambar gif dari potongan-potongan adegan film, game, TV, dll banyak ditemukan di tumblr, mungkin bagi yang tidak mengerti, akan heran apa asyiknya gambar-gambar gif, tapi saat kita sudah terbiasa, kita bahkan akan tertarik untuk mempelajarinya juga. Bagi mereka yang punya account di Deviantart dan hobby menggambar atau bermain photoshop dan viasual art lain, dengan tumblr lebih berkesempatan untuk memperluas networking dan memamerkan karya mereka ke lebih banyak orang, bukan hanya kalangan seniman visual media tapi juga menarik mereka yang tidak tau soal visual art. Karena tumblr sendiri sifatnya bisa macam-macam, tidak harus visual art, yang suka menulis pun bisa memamerkan karya mereka dan dengan fitur reblog akan membantu menyebarluaskan karya mereka. 

FYI, saya tidak dibayar apapun sama tumblr, dan tidak ada maksud promosi tapi mungkin karena pengguna tumblr di sini (baca : Indonesia) masih jarang, saya ingin ada sesama teman dari Indonesia yang pengguna tumblr aktif (mostly my tumblr follower is American, but they are nice, although my blog mostly reblogged & repeat stuff). Mungkin kelemahan tumblr adalah fitur komen yang kurang, bisa komen tapi ada batasan kata-katanya. Walapun bisa dibantu dengan beberapa tools.

Senin, 31 Desember 2012

Resolusi Tahun Baru 2013

Hanya sekedar pengingat untuk tahun depan seandainya saya lupa apa saja resolusi saya untuk tahun 2013 yang saat saya menulis ini hanya tinggal menunggu beberapa jam lagi :
  1. Berhenti kerja dan cari kerjaan baru yang waktunya lebih longgar untuk bisa melakukan hobby dan kesenangan pribadi, misal baca buku, nonton DVD, nulis sesuatu (update blog, bikin review, menulis fiksi)
  2. Bisa bikin gif image (langkah 1, download dulu semua aplikasinya lalu baca tutorialnya)
  3. Jalan-jalan ke Lombok atau Belitung #Travel Planning 2013
  4. Jalani pola hidup sehat (olahraga, makan secukupnya, dan tidak tidur malam-malam). 
  5. Starting a new relationship.
  6. Tame my inner demon (maksudnya semua hal-hal negatif pada diri kita, misal attitude, emosi, kebiasaan, dan lain-lain).
Saya tidak akan memasukkan  menyelesaikan macam daftar  bacaan yang menumpuk, karena itu merupakan PR. Walaupun tampaknya tahun depan akan sama seperti sekarang dan tahun-tahun sebelumnya :D

Jumat, 21 Desember 2012

Fangirl

Saya sudah lama sering mendengar istilah fangirl tapi tidak benar-benar mengerti apa itu fangirl, saya sempat mengira kalau fangirl sama dengan fans perempuan yang mengidolakan sesuatu. Perkiraan saya ada benarnya tapi pengertian fangirl untuk saat ini jauh lebih luas.

Menurut urban dictionary fangirl adalah fans perempuan yang mengidolakan seseorang atau sesuatu dan terkadang tingkat mengidolakan ini bisa sampai menjadi obsesi. Seseorang yang diidolakan fangirl biasanya berupa bintang idola macam selebrity, penyanyi, anggota boyband atau girlband, sutradara film dan siapa saja. Kalau sesuatu berarti seorang perempuan yang mengidolakan sesuatu misal film, anime, acara TV, video games dan lain-lain.

Fangirl juga sering mengidolakan karakter-karakter fiksi dalam suatu cerita, apakah itu novel, film, komik, anime, acara TV, maupun video game. Dan kadang mereka membentuk fandom besama para fangirl lain yang memiliki minat yang sama, misal membuat komunitas macam fanfic, yang biasanya perluasan dari cerita canon maupun fanfic yang ceritanya non canon, lalu ada isitilah shipping OTP (one true pairing) yang memasangkan antara 1 karaker dengan karakter lain, fangirl biasa berada dalam blog atau forum untuk membicarakan shipping mereka,  membaca atau menulis fanfic, membuat ilustrasi (fanart) mengenai karakter atau shipping favorit mereka.

Oke, jadi intinya post saya kali ini tentang apa? definisi fangirlkah? definisi hanya sebagai perkenalan, intinya saya ingin membahas masalah yang sering menjadi momok bahkan dikalangan fangirl sendiri. Momok itu adalah fanatik dan obsesi yang terlalu berlebihan.

Seorang fangirl yang terobsesi bisa menjadi sangat fanatik dan akan melakukan apa saja untuk menarik perhatian idola mereka. Selain mengoleksi merchandise, membuat altar pemujaan, mereka bahkan menjadi bisa menjadi penguntit sang idola. Dengan kata lain fangirl jenis ini adalah gila atau idiot. Fangirl jenis ini juga berbahaya karena mereka bisa menyerang orang lain yang dianggap saingan mereka.  Ini juga masih penjelasan dari urban dictionary.

Berhubung saya ngga benar-benar punya idola, saya ngga perlu merasa takut bakal jadi ancaman sama fangirl gila yang terlalu memuja idolanya. Saya sendiri ingin sedikit membahas mengenai fangirl atas karakter fiksi. Baru-baru ini saya mulai aktif menjadi fangirl dari suatu fandom game. Saya bahkan menjadi fans dari suatu karakter, karena karakter itu unik dan tangguh, tipe karakter yang menginspirasi saya. Selain itu saya juga mulai mengerti dan memahami maksud dari shipping.

Nah, saya juga jadi mulai memahami kenapa orang bisa suka shipping karakter, itu ibaratnya seperti baca novel romance. Hanya saja tokoh-tokohnya sesuai dengan yang kita kehendaki dan dari shipping inilah banyak lahir fanfic. Banyak yang dari shipping itu bukanlah cerita canon, namun inilah asyiknya fanfic, yaitu mengembangkan imajinasi kita ke tingkat yang lebih dalam dan luas. Interaksi karakter A dan karakter B yang terbatas dalam sebuah cerita film, novel, serial TV, games, dan lain-lain, bisa kita kembangkan dalam fanfic.


Tapi di mana ada fans maka di situ ada haters. Dan inilah yang mengganggu komunitas suatu fandom, yaitu saat fans dan hater saling serang dan yang paling parah apabila fans dan hater mulai menyerang menyangkut personal, apakah itu gender seseorang, etnis seseorang, fisik seseorang dan lain-lain. Saling serang yang saya maksud disini tentu bukan melalui tatap muka langsung, tapi melalui komunitas di internet, seperti blog, message board atau forum. Jujur bagi saya pribadi rasanya menyebalkan melihat hal ini dan ada kalanya para fangirls sangat irrasional dan membuat saya geleng-geleng kepala karena memuja dan membenci suatu karakter fiksi seolah karakter tersebut nyata dan melakukan sesuatu hal yang buruk pada mereka secara personal. Saya akui saat saya membaca buku atau menonton TV terkadang ada tokoh yang tidak saya suka, tapi rasanya saya cenderung mengabaikannya bila saya tidak suka tokoh tersebut alih-alih berkumandang di internet dan mengetik "I hate xxx".

Sama halnya dengan fans para idola, kadang ada fans yang menganggap idolanya super sempurna atau seperti Tuhan sampai tidak boleh  dikritik sama sekali dan menyerang siapa saja yang mengkritik(bukan menghina lho) idola mereka. Sejujurnya fans macam ini hanya akan membuat idolanya tidak disukai oleh mereka yang netral atau non-fans karena fansnya menyebalkan, sungguh sangat disayangkan. 

Masih bingung dengan inti dari postingan saya? intinya gampang, yaitu tentang respek dan toleransi, dan ini tidak melulu menyangkut masalah idola dan shipping karakter tapi juga perbedaan pendapat. Pernah ada salah satu teman di blogger yang bilang, seseorang menghapus namanya dalam friend list karena berselisih pendapat. Padahal menurut saya yang namanya pendapat atau opini itu sifatnya subyektif, yang berarti bukanlah fakta atau kebenaran, bila kita merasa suatu opini itu salah, maka mulailah dengan suatu argumen yang relevan untuk perdebatan. Mengapa saya bilang argumen yang relevan? karena ada kalanya perdebatan jadi melenceng keluar topik dan berbuntut panjang menyangkut masalah pribadi seperti yang sudah saya sebutkan di atas.

Sama halnya dengan shipping karakter, apabila saya tidak suka dengan shipping  suatu karakter, itu wajar saja mengingat selera dan pendapat tiap orang berbeda (I have strong likes & dislikes) tapi selalu ada ruang untuk respek dan toleransi. Bahkan apabila shipping karakter saya bukanlah canon, tapi bukan berarti saya akan berhenti menshipping karakter saya atau menyerang shipping karakter lain karena tidak puas. Bila kita sudah yakin dan suka dengan apa yang kita lakukan maka teruskan. Kalau perlu kita jadi lebih produktif dan kreatif dengan membuat karakter original kita berdasarkan karakter shipping kita dan sudah banyak karya yang sukses dan awalnya terlahir dari fanfic, contoh paling nyata dan jelas adalah Fifty Shades of Grey yang awalnya adalah sebuah fanfic Twilight. Dan hanya sekedar pengakuan saya, saat ini saya sedang mencoba menulis plot sebuah cerita yang ide awalnya adalah dari sebuah games, dan inspirasi sebagian karakter saya pun berasal karakter games.

O ya sedikit tambahan, kali ini balik mengenai fangirl/fanboy yang menyangkut idola, kadang ada fans yang saking tergila-gila dalam memuja idolanya, sampai bisa berubah menjadi haters hanya karena idolanya ketahuan punya kekasih atau menikah, saya terkadang tidak mengerti mengapa mereka bisa seperti itu mengingat mereka bahkan tidak mengenal idola mereka secara langsung. Dan ingatlah idola juga adalah manusia, mereka juga punya kehidupan pribadi. Fans yang baik akan selalu mendukung idolanya dalam keadaan apapun termasuk pilihan hidup mereka, apakah itu cinta atau karier.